Ada Mayat di Kamar Kos No. 13
Bagi Arga, mahasiswa hukum semester akhir yang isi dompetnya selalu sekarat, menemukan kamar kos berfasilitas lengkap dengan harga sewa miring adalah sebuah keajaiban. Tanpa pikir panjang, ia langsung menempati Kamar No. 13 di Kos Ibu Pertiwi. Sialnya, malam pertama Arga tidak diisi dengan tidur nyenyak, melainkan dengan penemuan mengerikan: sesosok mayat perempuan cantik terbujur kaku di dalam lemari pakaiannya. Belum sempat ia mencerna keadaan, sirine polisi sudah meraung-raung di depan gerbang. Berkat laporan telepon misterius, cowok malang ini seketika dijebak dan dijadikan tersangka utama pembunuhan berencana.
Demi membersihkan namanya sebelum dijebloskan ke penjara, Arga terpaksa bekerja sama dengan Nara, seorang gadis muda bermulut pedas yang bekerja sebagai asisten detektif swasta. Penyelidikan mandiri mereka menyeret keduanya ke dalam pusaran rahasia gelap para penghuni kos lainnya—mulai dari bapak kos yang terlalu ramah, mahasiswa IT penyendiri yang ternyata hacker, hingga selebgram hits yang menyembunyikan obsesi berbahaya. Setiap sudut kosan ternyata menyimpan teka-teki, dan sang pembunuh asli rupanya masih berkeliaran di sana, mengint** setiap langkah Arga dan Nara dari balik bayang-bayang untuk bersiap menghabisi mereka berikutnya.
Ketegangan memuncak saat satu per satu petunjuk mulai mengarah pada konspirasi yang jauh lebih besar dan melibatkan lingkaran pertemanan kampus mereka sendiri. Lewat analisis logika Arga yang tajam dan aksi nekat Nara, mereka berhasil menjebak pelaku asli dalam sebuah konfrontasi menegangkan di bawah guyuran hujan badai. Setelah misteri Kamar No. 13 terpecahkan dan nama Arga dibersihkan, alih-alih kembali ke kehidupan normalnya yang membosankan, Arga justru resmi direkrut menjadi partner tetap Nara—menyadari bahwa ini barulah awal dari petualangan mereka memecahkan ka**s-ka**s g*** lainnya.