Aku Menjual Ingatanku Demi Bayar Kosan
Hidup di Neo-Jakarta tahun 2099 itu keras, apalagi kalau kamu cuma remah-remah rengginang yang numpang tinggal di pod kosan sempit berukuran 2x3 meter. Kenalin, Rian, seorang mekanik siber miskin yang nyaris ditendang oleh ibu kosnya yang bertangan robot karena nunggak bayar sewa tiga bulan. Karena udah kepepet banget dan nggak punya pilihan lain, Rian akhirnya nekat mendatangi klinik ilegal di sudut kota untuk menjual ingatan masa kecilnya yang dia anggap nggak berguna demi segepok uang tunai. Transaksi beres, kosan aman, tapi sialnya, itu justru jadi awal dari mimpi buruk siber yang mengancam nyawanya.
Ternyata, ingatan masa kecil yang dia jual secara acak itu menyimpan data super rahasia peninggalan mendiang ayahnya—sebuah kode enkripsi senjata siber yang bisa meruntuhkan dominasi Helios, megakorporasi raksasa yang menguasai kota. Sekarang, Rian jadi buronan nomor satu para pembunuh bayaran korporat yang ingin membedah otaknya. Parahnya lagi, efek samping penghapusan ingatan ilegal itu mulai merusak sistem saraf otaknya. Rian mengalami degradasi memori; jika dia tidak berhasil merebut kembali cip ingatannya dalam waktu tujuh hari, seluruh pikirannya akan terhapus bersih dan dia akan menjadi mayat hidup tanpa identitas.
Demi bertahan hidup, Rian terpaksa bekerja sama dengan Alisha, seorang gadis *hacker* pemberontak yang sinis tapi punya misi pribadi melawan Helios. Bersama-sama, mereka berdua harus menembus distrik elit yang berkilau, menghadapi geng jalanan bersenjata siber, dan melakukan *heist* paling nekat abad ini: membobol b**nkas data dengan tingkat keamanan tertinggi milik Helios untuk mencuri kembali ingatan Rian. Lewat aksi kejar-kejaran yang menegangkan dan konspirasi yang perlahan terkuak, Rian harus memilih: membiarkan masa lalunya hilang selamanya, atau bangkit menghancurkan sistem korup yang selama ini menindas orang-orang kecil seperti dirinya.