Aku Menulis Fantasi, Dia Menjadikannya Nyata
Alena adalah mahasiswi super pemalu berwajah cantik bak dewi yang memiliki rahasia besar: di balik sifat pendiamnya, ia adalah penulis anonim novel fantasi dewasa populer yang penuh dengan adegan romansa liar dan panas. Masalah besar muncul saat ia ceroboh menggunakan visualisasi cowok paling tampan, kaya, dan populer di kampusnya, Adrian, sebagai model karakter utama pria di ceritanya. Takut dituntut atas pelanggaran hak cipta wajah, Alena panik dan buru-buru mengganti nama model visual tersebut di aplikasinya. Namun, semuanya sudah terlambat. Adrian ternyata menemukan novel itu, mengetahui identitas rahasia Alena, dan mengirimkan pesan pribadi misterius yang membuat jantung Alena hampir copot: *"Ceritamu menarik. Gimana kalau aku wujudkan setiap adegan di novel ini dalam kehidupan nyata, dimulai dari bab pertama?"*
Kehidupan tenang Alena langsung berubah menjadi komedi situasi yang penuh kepanikan tingkat dewa. Adrian, yang ternyata memiliki sifat usil dan narsis, benar-benar menepati janjinya dengan mewujudkan bab demi bab novel tersebut di dunia nyata. Mulai dari adegan klise bertab**kan di koridor kampus, hingga adegan bab awal yang sangat memalukan—di mana karakter utama wanita diceritakan ketahuan melakukan masturbasi sambil membayangkan sang pria—Adrian terus meneror Alena dengan situasi-situasi ambigu yang membuat wajah cantiknya memerah padam menahan malu. Demi menyelamatkan harga dirinya, Alena terpaksa melakukan kejar tayang; ia harus terus menulis, merevisi, dan memanipulasi draf bab berikutnya secepat mungkin agar tindakan nekat Adrian di dunia nyata tidak berakhir menjadi skandal kampus yang memalukan.
Pertarungan taktik antara penulis pemalu yang panik dan pembaca nekat yang terlalu tampan ini mencapai puncaknya ketika plot novel Alena mulai mendekati babak akhir yang penuh ketegangan. Di tengah usahanya merombak naskah agar Adrian tidak bertindak terlalu jauh, Alena akhirnya menyadari bahwa Adrian tidak sedang mengerjainya tanpa alasan; cowok itu ternyata sudah lama jatuh cinta pada Alena yang asli dan menggunakan novel buatannya sebagai "buku panduan" antimainstream untuk mendekatinya. Setelah serangkaian kesalahpahaman kocak, kejar-kejaran draf novel, dan momen-momen manis yang bikin baper maksimal, Alena akhirnya menyerah pada pesona Adrian. Mereka pun sepakat untuk menulis akhir bahagia versi mereka sendiri di dunia nyata—tentu saja, dengan syarat Alena harus memensiunkan genre novel dewasanya demi kesehatan jantung mereka berdua.