Ketahuan 'Main Sendiri' di Toilet Kampus
Aluna dikenal sebagai mahasiswi teladan berprestasi yang selalu tampil sempurna di depan publik. Namun, di balik topeng pencitraan tersebut, Aluna memendam tingkat stres yang luar biasa akibat tuntutan akademis. Untuk meredakan tekanan mentalnya, ia memiliki sebuah cara rahasia yang sangat intim: melakukan "ritual pelepasan penat secara mandiri" di bilik toilet kampus yang paling sepi. Sialnya, suatu sore di toilet lant** teratas gedung teknik, momen pelepasan privat yang ia kira aman justru berujung bencana. Devian, cowok populer sekaligus ketua komisi disiplin yang terkenal dingin, tidak sengaja mendengar seluruh "konser solo" Aluna dari bilik sebelah, bahkan berhasil mengamankan kartu mahasiswa Aluna yang terjatuh saat gadis itu panik melarikan diri.
Sejak hari memalukan itu, hidup Aluna berubah menjadi permainan kucing dan tikus yang dikendalikan oleh Devian. Memanfaatkan rahasia basah tersebut sebagai kartu as, Devian menawarkan kesepakatan g***: Aluna harus berpura-pura menjadi pacarnya demi menghindari kejaran mantan kekasih Devian yang obsesif. Di tengah kepanikan konstan bahwa rahasia "main sendiri"-nya akan terbongkar ke seantero fakultas, Aluna terpaksa menuruti kemauan cowok menyebalkan itu. Namun, seiring berjalannya waktu dan kedekatan yang terpaksa terjalin, Aluna mulai menyadari bahwa Devian tidak seburuk penampilannya. Di balik sikap arogan Devian, cowok itu juga menyimpan tekanan keluarga yang sangat berat, membuat keduanya perlahan saling memahami kecemasan satu sama lain.
Ketegangan memuncak ketika kubu lawan di kampus mulai mencium keanehan hubungan mereka dan berusaha membongkar aib Aluna ke publik. Di titik krusial inilah Devian membuktikan komitmennya dengan pasang badan melindungi reputasi Aluna, membuktikan bahwa ia tidak pernah berniat menggunakan rahasia itu untuk merusak hidup gadis tersebut. Konflik ini akhirnya memaksa Aluna untuk belajar menghadapi rasa cemasnya dengan cara yang lebih sehat, sekaligus meruntuhkan dinding pertahanan diri mereka berdua. Cerita pun berakhir manis saat hubungan pura-pura itu bertransformasi menjadi komitmen cinta yang nyata, di mana Aluna akhirnya menemukan tempat bersandar yang sesungguhnya tanpa perlu lagi bersembunyi di balik pintu toilet kampus.