Resonansi di Pukul Dua Belas
Tepat tujuh hari setelah pemakaman Maya, Aluna menerima voice note pertama pada pukul 00:00 dari nomor sahabatnya yang sudah meninggal itu. Maya, yang tewas dalam kecelakaan tragis yang dianggap murni kelalaian, ternyata telah menjadwalkan 23 pesan suara yang dikirimkan setiap tengah malam untuk membongkar misteri yang ia bawa ke liang lahat. Melalui suara-suara tersebut, Aluna ditarik ke dalam labirin rahasia tentang perundungan digital, pengkhianatan di lingkaran pertemanan mereka, dan cinta terpendam yang menjadi motif di balik kematian Maya.
Aluna harus menghadapi trauma masa lalunya dan kenyataan bahwa ia tidak pernah benar-benar mengenal sahabat baiknya sendiri. Di sisi lain, seseorang yang tidak ingin rahasia tersebut terbongkar mulai meneror Aluna di dunia nyata. Dengan kesehatan mental yang kian merosot, Aluna harus memilih antara mengungkap kebenaran yang menyakitkan atau membiarkan suara Maya menghilang selamanya dalam sunyi.