Satu Kosan Sama Musuh Bebuyutan
Bagi Aurel, hidup tenang di masa kuliah adalah harga mati. Sayangnya, impian itu hancur berkeping-keping di hari pertama ia pindah ke Kos Cantika. Bagaimana tidak? Cowok yang menempati kamar tepat di sebelah kamarnya adalah Devian—musuh bebuyutan sejak SMA yang paling ia hindari setengah mati. Devian adalah definisi cowok menyebalkan, sombong, dan selalu berhasil membuat hidup Aurel berantakan dengan persaingan sengit mereka di masa lalu. Kini, terjebak di bawah satu atap kos-kosan yang sama dengan sekat dinding tipis membuat hari-hari Aurel berubah menjadi medan perang harian yang penuh kepanikan, apalagi mereka harus menyembunyikan status "teman satu kos" ini dari anak-anak kampus demi menjaga reputasi masing-masing.
Namun, seiring berjalannya waktu, dinding pertahanan yang mereka bangun mulai runtuh. Di balik kepopuleran dan sikap menyebalkannya di kampus, Aurel perlahan melihat sisi lain Devian yang rapuh, terutama tekanan berat dari keluarganya yang selalu menuntut kesempurnaan. Begitu pula dengan Devian yang menyadari perjuangan keras Aurel untuk bertahan hidup mandiri secara finansial demi meraih mimpinya. Ketegangan yang tadinya dipenuhi adu mulut pedas perlahan berubah menjadi rasa peduli yang canggung saat mereka mulai saling membantu di masa-masa sulit. Konflik memuncak ketika rahasia tinggal bersama mereka bocor ke kampus akibat ulah orang ketiga yang berniat merusak reputasi mereka, memicu kesalahpahaman besar yang menguji kepercayaan yang baru saja tumbuh.
Pada akhirnya, krisis tersebut justru menjadi titik balik hubungan mereka. Lewat drama dan konfrontasi emosional yang menguras air mata, Aurel dan Devian dipaksa berdamai dengan masa lalu, menurunkan ego, dan mengakui perasaan masing-masing yang selama ini tertutup oleh kedok permusuhan. Mereka memilih untuk menghadapi badai rumor di kampus bersama-sama sebagai tim, alih-alih sebagai lawan. Dari musuh bebuyutan yang paling anti bertatap muka, tinggal di kosan yang sama justru menuntun mereka menemukan tempat pulang yang sesungguhnya di hati satu sama lain.