Jangan Buka Pintu Setelah Pukul 02.17

Bab 1: Bab 1: Tiga Ketukan 02.17

Pengaturan Membaca

Aku pindah ke Unit 1717 karena sebuah recorder tua.

Bukan karena harga sewanya murah. Bukan karena pemandangan Jakarta dari lant** tujuh belas. Bukan pula karena agen properti menyebut Asteria 17 sebagai apartemen pintar dengan sistem keamanan terintegrasi.

Aku datang karena tiga ketukan.

Pukul 02.16, aku sudah duduk di lant** foyer dengan recorder analog menyala. Ponsel menampilkan CCTV koridor dari aplikasi Asteria Home. Lorong kosong. Lampu sensor mati.

Jam digitalku berubah.

02.17.

Tok.

Jeda.

Tok.

Jeda.

Tok.

Aku tidak bernapas selama beberapa detik.

CCTV tetap menunjukkan lorong kosong.

Aku memperbesar layar. Nomor 1717 terlihat jelas. Tidak ada bayangan. Tidak ada gerakan.

β€œPutar lagi,” bisikku pada diriku sendiri, seolah rekaman sudah selesai.

Ketukan ketiga belum sepenuhnya mati ketika aku melihat sesuatu yang lebih aneh.

Timestamp di aplikasi bergerak normal.

02.17.01.

02.17.02.

02.17.03.

Tapi pantulan lampu di lant** tidak berubah satu piksel pun.

Aku mengangkat recorder.

Room tone ma**k. Hum AC. Noise listrik. Lalu tiga impuls dengan jarak yang sama.

Persis seperti rekaman yang kutemukan dua bulan lalu di Lab Arsip Suara.

Rekaman milik seorang perempuan bernama Mira Sasmita.

Aku berdiri dan mendekati peephole.

Tidak membuka pintu.

Tidak menyentuh handle.

Koridor kosong.

Ketika aku kembali ke lant**, aplikasi masih menunjukkan koridor kosong.

Aku menghentikan recorder, membuat dua salinan, menulis checksum di notebook, lalu menyimpan file asli di kartu berbeda.

Aku sudah belajar dari ayahku: bukti yang hanya punya satu salinan bukan bukti. Itu doa.

Pukul 02.24 aku memutar waveform.

Tiga ketukan.

Jarak antarketukan: 0,7 detik.

Decay ketiga lebih panjang.

Aku membuka file recorder Mira.

0,7 detik.

0,7 detik.

Decay ketiga lebih panjang.

Aku menatap pintu 1717.

Aku datang ke apartemen ini untuk memastikan rekaman lama tidak berbohong.

Malam pertama justru membuatku takut pada kemungkinan sebaliknya.

Rekaman itu benar.

Dan seseorang masih mengetuk.

Apresiasi Penulis

Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!

Komentar Pembaca