Aku baru berjalan lima langkah ketika alarm lokal berbunyi.
Bukan seluruh gedung.
Hanya lant** 17.
Hendra keluar dari pintu cavity.
“Naya Pradipta.”
Aku berhenti.
“Gedung dalam kondisi darurat.”
“Sensor analog saya bilang tidak.”
Ia menatap tas recorder.
“Serahkan perangkat. Itu bagian investigasi keamanan.”
“Prosedur?”
“Demi keselamatan.”
Aku tersenyum tipis.
“Kalimat Anda terbatas.”
Hendra bergerak satu langkah.
Aku mundur.
Raka membuka 1715.
Hendra menoleh.
“Pak Raka, kembali ke unit.”
“Yang kamu lihat bukan selalu live,” kata Raka.
Untuk pertama kalinya Hendra kehilangan wajah administratifnya.
Ia mengangkat key pouch.
Lampu koridor mati.
Emergency override.
Aku berlari kembali ke 1717.
Pintu utama mulai tertahan mode maintenance.
Raka berteriak agar aku jangan ma**k.
Terlambat.
Aku meraih tas umpan.
Hendra berada di koridor.
Aku melihat sensor pintu.
Maintenance.
Aku bisa bertahan di unit.
Tapi panel cavity di foyer masih bisa dibuka dari dalam.
Aku memilih jalur yang salah.
Atau tampak salah.
Aku membuka service panel dan ma**k ke rongga.
Sempit.
Gelap.
Di belakang, pintu 1717 terbuka.
Langkah Hendra.
“Naya.”
Aku bergerak.
Recorder analog menab**k dinding.
Tok.
Suara memantul.
Aku berhenti.
Decay.
0,64.
Jalur kedua.
Ketukan Mira.
Aku tahu di mana aku berada.
Peta akustik.
Tiga ketukan.
Tiga ruang.
Di belakang, Hendra ma**k cavity.
Aku menutup panel.
Tidak c**up.
Ia mengikuti.
Aku menyalakan headset monitoring.
Bukan untuk musik.
Untuk mendengar ruang.
Kalau Mira meninggalkan peta lewat suara, aku akan menggunakannya.
Pintu utama adalah jebakan.
Pintu service mungkin juga.
Tapi suara tidak peduli pada denah yang dihapus.
Suara tetap mengingat ruangan.
Lanjutkan Membaca Bab 32 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!