Jangan Pulang ke Kamarku Malam Ini

Bab 2: Bab 2: Kamar Sebelah

Pengaturan Membaca

Aku sudah tahu Alea akan menjadi konsultan utama tiga hari sebelum dia check-in. Aku menghabiskan tiga hari itu mencari alasan profesional untuk memindahkan kamarku dari 1707.

Tidak ada alasan yang c**up baik.

Lant** 17 sedang menjadi pusat command project. Kamar 1707 terhubung dengan ruang operasional sementara. Memindahkan diri sendiri hanya karena satu perempuan tinggal di sebelah akan terdengar seperti masalah pribadi.

Memang masalah pribadi.

Ketika mendengar ketukannya dari balik pintu, aku tahu lima tahun tidak membuatku lebih pandai menghadapi Alea. Ia masih bicara cepat ketika tegang. Masih memakai humor sebagai pagar.

Aku membuka laptop dan melihat draft email yang kusimpan sejak malam kami berciuman.

Alea, aku pergi karena kamu masih bersama Damar. Aku tidak ingin menjadi alasan kamu mengambil keputusan dalam keadaan yang belum selesai.

Email itu tidak pernah terkirim.

Aku menutup layar.

Pukul sebelas malam, Alea mengirim pesan kerja tentang deck reb**nding. Tiga puluh detik kemudian ia mengirim revisi. Lalu revisi revisi. Nama file: ARUNA27_FINAL_BENERAN_FINAL_V8.

Aku tersenyum tanpa izin.

Aku mengetik: Nama file Anda mengancam standar operasional.

Balasannya cepat.

Alea: Direktur operasional dilarang mengaudit kreativitas setelah jam kerja.

Sena: Saya mencatat insiden.

Alea: Hidupmu incident report semua, ya?

Aku menatap pintu penghubung.

Ia tidak tahu betapa tepat kalimat itu.

Aku memeriksa kunci dari sisiku dua kali. Terkunci.

Di hotel, pintu yang terkunci berarti kontrol. Kepastian. Batas yang bisa dijelaskan.

Masalahnya, aku masih ingat bagaimana Alea menciumku lima tahun lalu seolah semua pintu di dunia sedang terbuka.

Dan aku masih menyimpan email yang membuktikan aku pernah berniat kembali.

Apresiasi Penulis

Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!

Komentar Pembaca