Jangan Pulang ke Kamarku Malam Ini

Bab 5: Bab 5: Jangan Pulang ke Kamarku Malam Ini

Pengaturan Membaca

Pukul 00.21, pintu itu tidak langsung terbuka.

Aku sudah membuka kunci dari sisiku. Itu hanya setengah keputusan.

Aku mengetuk sekali.

Sena menjawab dari balik kayu. "Alea?"

"Buka."

"Sudah lewat tengah malam."

"Aku bisa baca jam."

Hening.

"Kamu yakin?"

Pertanyaan itu sederhana. Tidak ada godaan dalam suaranya. Tidak ada a**msi bahwa pintu yang kubuka berarti hal lain.

"Aku yakin mau bicara."

Kunci di sisi 1707 berputar.

Pintu terbuka.

Sena berdiri dengan kaus hitam dan celana sant**. Tanpa kemeja kerja, tanpa jam, tanpa incident notebook. Untuk pertama kali ia tampak seperti manusia yang bisa melakukan kesalahan.

Aku menunjukkan cincin di tanganku.

"Damar minta ini."

Sena tidak berkata apa-apa.

"Aku tahu hubungan itu selesai. Aku yang mengakhirinya. Tapi kenapa rasanya seperti aku baru saja gagal di depan semua orang?"

"Karena orang suka menilai keputusan dari hasil yang terlihat."

"Dan kamu?"

"Aku pikir kamu berani."

Aku tertawa pendek. Hampir menangis. Sangat memalukan.

Sena tetap berdiri di ambang pintu.

"Kamu boleh ma**k," kataku.

"Aku dengar."

Ia ma**k dan duduk di kursi dekat jendela, bukan di ranjang. Kami bicara sampai lampu kota berubah pucat. Tentang Damar. Tentang proyek. Tentang betapa melelahkannya menjelaskan keputusan yang sudah kita pikirkan berbulan-bulan kepada orang yang baru mendengarnya lima menit.

Ketika Sena berdiri pukul dua lewat, sesuatu di dadaku panik.

"Sena."

Ia menoleh.

Aku tidak mau berbohong. Tidak malam ini.

"Jangan pulang ke kamarku malam ini."

Tatapannya diam lama.

"Kamu mau aku tinggal?"

"Iya."

"Di sini?"

"Iya."

"Tanpa a**msi lain?"

"Iya."

Sena mengangguk. "Aku dengar."

Ia tidur di sofa. Aku di ranjang.

Tidak terjadi apa-apa.

Dan justru karena itu, saat terbangun dengan tanganku menggenggam tangannya di tepi ranjang, aku tahu aturan pertama sudah benar-benar kami langgar.

Apresiasi Penulis

Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!

Komentar Pembaca