Sela menemukan terlalu banyak potongan puzzle.
Ia tahu timing hubunganku aneh. Ia tahu aku tidak pernah bercerita soal Nara sebelum foto pertama. Dan sekarang, setelah melihatku menyimpan satu polaroid di dompet, ia tahu sesuatu yang lebih penting: apa pun awalnya, aku sudah tidak netral.
“Jadi ada kesepakatan?” tanyanya.
Kami berada di studio setelah semua orang pulang.
Aku tidak menjawab.
“Ka, aku tidak minta det**l yang bukan hakku. Aku cuma mau tahu apakah kamu dan Nara baik-baik saja.”
Aku menghela napas. “Ada kesepakatan.”
“Hubungan sementara?”
“Kurang lebih.”
Sela menutup mata. “Ya Tuhan.”
“Ini membantu masalah kita.”
“Jangan.”
“Apa?”
“Jangan bilang ‘masalah kita’ seolah Nara alat.”
Aku menatap meja.
“Aku nggak memperlakukannya seperti alat.”
“Bagus. Pastikan.”
Ia lalu berkata sesuatu yang membuatku lebih tidak nyaman daripada tuduhan.
“Karena cara kamu lihat dia sudah beda.”
Aku membantah. Sela tertawa.
Malam itu aku menemui Nara di halte.
“Aku cerita sedikit ke Sela,” kataku.
Nara terdiam. “Seberapa sedikit?”
“Bahwa ada kesepakatan. Tidak det**l.”
Ia mengangguk pelan. “Aku bisa terima.”
“Aku seharusnya bilang dulu.”
“Ya.”
Aku menunggu kemarahannya.
“Tapi aku ngerti kenapa.”
“Itu bukan berarti benar.”
“Benar.”
Kami berdiri di bawah lampu halte. Bus belum datang.
“Nara.”
“Ya?”
“Kalau kamu merasa aku memakai kamu untuk menyelesaikan masalahku, bilang.”
Ia menatapku lama.
“Kamu juga.”
“Apa?”
“Kalau aku pakai kamu buat sembunyi dari masalahku, bilang.”
Aku mengangguk.
Bus datang, tetapi Nara tidak langsung naik.
“Raka?”
“Ya?”
“Yang palsu itu statusnya, kan?”
Aku tidak langsung mengerti.
Ia tersenyum kecil. “Maksudku, kita tetap teman. Atau apa pun ini.”
Aku melihat pintu bus terbuka.
“Ya,” kataku. “Apa pun ini.”
Malam itu aku kembali memikirkan kalimat Sela.
Jangan jadikan dia alat.
Masalahnya, Nara sudah berhenti terasa seperti solusi.
Ia mulai terasa seperti seseorang yang bisa membuat seluruh rencana gagal hanya dengan pergi.
Lanjutkan Membaca Bab 18 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!