Acara media kampus selalu kacau sepuluh menit sebelum dimulai.
Lampu panggung bermasalah. Nara**mber belum datang. Presenter kehilangan cue card. Dan Raka, yang seharusnya hanya datang sebagai “pacar pendukung”, malah membantu teknisi mengikat kabel karena ia tidak bisa melihat struktur berantakan tanpa ikut campur.
“Kamu datang buat duduk manis,” kataku.
“Aku tidak bisa duduk manis.”
“Aku tahu.”
Acara berjalan lebih baik dari dugaan. Sampai listrik backstage padam.
Aku dan Raka sedang mencari baterai cadangan ketika ruangan tiba-tiba gelap. Pintu otomatis terkunci beberapa detik karena sistem reset.
“Bagus,” kataku. “Ini sangat simbolis.”
“Apa yang simbolis?”
“Kita terjebak di ruang gelap menjelang midpoint kontrak.”
“Kamu terlalu banyak nonton.”
Cahaya ponsel Raka menyala. Wajahnya muncul dekat sekali.
Terlalu dekat.
Aku mundur setengah langkah dan menab**k meja.
“Pelan,” katanya.
Tangannya meraih pinggangku untuk menahan.
Tidak ada kamera. Tidak ada penonton.
Jantungku bereaksi seperti ada seluruh dunia di ruangan itu.
“Lepas,” kataku, terlalu pelan.
Raka langsung melepas.
“Maaf.”
“Bukan karena…” Aku berhenti. “Nggak apa-apa.”
Kami diam dalam gelap.
Dari luar terdengar suara acara. Di dalam hanya napas kami.
“Besok Hari ke-50,” kataku.
“Aku tahu.”
“Tentu kamu tahu.”
“Aku catat.”
Cahaya ponselnya turun sedikit. “Kamu takut?”
“Dengan listrik mati?”
“Dengan hari yang tersisa.”
Aku menelan ludah.
“Tidak.”
Pembohong.
Lampu belum menyala ketika terdengar suara Dimas dari luar memanggil namaku. Entah bagaimana ia ma**k ke acara sebagai tamu salah satu organisasi.
Tubuhku menegang.
Raka melihatku.
“Aku bisa keluar sendiri,” kataku.
“Aku tahu.”
Namun ketika pintu terbuka beberapa detik kemudian, Dimas berdiri tepat di sana.
Tatapannya berpindah dari aku ke Raka.
“Aku ganggu?”
Aku ingin menjawab tidak.
Yang terjadi berikutnya terlalu cepat.
Raka menatapku, bukan Dimas.
Seolah bertanya.
Aku tidak tahu siapa yang bergerak dulu.
Hanya tahu jarak di antara kami hilang.
Lanjutkan Membaca Bab 19 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!