Tiga hari setelah ciuman, kami menjadi dua orang paling sopan di Universitas Arunika.
“Pagi.”
“Pagi.”
“Sudah makan?”
“Sudah. Kamu?”
“Sudah.”
Itu seluruh percakapan kami sebelum kelas.
Aku membenci setiap detiknya.
Sebelum ciuman, Raka akan mengirim foto hujan dan menyuruhku bawa payung. Ia akan menanyakan apakah siaran selesai. Aku akan mengirim meme buruk tengah malam. Sekarang semua percakapan terasa disunting.
Keira memperhatikanku menatap layar ponsel selama lima menit.
“Chat dia.”
“Siapa?”
“Presiden.”
Aku memutar mata.
“Kalau kamu mau ngobrol, ngobrol.”
“Kita memang ngobrol.”
“‘Pagi’ bukan ngobrol.”
Aku tahu.
Masalahnya, kalau aku kembali seperti biasa, aku takut semuanya akan terlihat seperti pengakuan. Kalau aku menjaga jarak, aku merasa kehilangan sesuatu yang seharusnya tidak kumiliki.
Hari Jumat kami harus datang bersama ke acara kampus. Begitu kamera muncul, Raka meletakkan tangan di punggungku. Sentuhan yang dulu biasa terasa seperti alarm.
Aku menoleh. Ia langsung menarik tangannya sedikit.
“Maaf.”
“Nggak apa-apa.”
Kami terlalu hati-hati.
Setelah acara, hujan turun. Raka membuka payung hitam. Kami berjalan di bawahnya dengan jarak yang membuat bahu kami nyaris tidak bersentuhan.
Aku ingin tertawa karena absurditasnya.
“Kita aneh,” kataku.
“Sedikit.”
“Cuma sedikit?”
Ia menatap jalan. “Kamu yang bilang nggak usah dibahas.”
Aku berhenti berjalan.
Raka ikut berhenti.
“Jadi kalau dibahas, kamu mau bilang apa?” tanyaku.
Hujan memukul payung.
Ia membuka mulut, lalu menutupnya.
Aku tertawa kecil, bukan karena lucu. “Nah.”
“Nara.”
“Sudah. Nggak apa-apa.”
Aku berjalan lagi.
Malam itu tidak ada pesan dari Raka.
Aku menunggu sampai pukul dua belas. Lalu satu. Lalu dua.
Tidak ada.
Baru saat itulah aku mengerti bahwa jarak yang kubuat untuk melindungi diri ternyata juga bisa menyakitiku.
Aku membuka countdown.
47 hari tersisa.
Untuk pertama kalinya, aku berharap waktu bergerak lebih lambat.
Lanjutkan Membaca Bab 21 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!