Aku bertahan tiga hari tanpa mengirim pesan malam.
Itu bukan pencapaian.
Hari keempat, Sela berkata, “Kamu menyebalkan.”
“Konteks?”
“Kamu menatap ponsel setiap dua menit.”
“Aku menunggu file render.”
“Dari Nara?”
Aku tidak menjawab.
Sore itu hujan deras dan Nara mengirim satu pesan singkat.
NARA: rapat molor. capek.
Aku membaca kalimat itu berkali-kali.
Tidak ada permintaan. Tidak ada jadwal. Tidak ada alasan kontrak.
Aku mengambil kunci motor.
Ketika sampai di gedung komunikasi, Nara berdiri di bawah kanopi, memeluk tote bag dan menatap hujan.
“Kamu ngapain di sini?”
“Lewat.”
“Bohongmu makin jelek.”
“Aku bawa helm.”
Ia menatap helm cadangan di tanganku.
“Kamu jemput aku?”
“Kalau kamu mau.”
Nara tidak langsung menjawab. Lalu ia mengambil helm.
Perjalanan ke kosnya hanya dua puluh menit. Kami berhenti di minimarket karena hujan terlalu deras. Duduk di kursi plastik depan toko, makan roti kemasan dan minum teh hangat.
“Ini kencan terburuk,” kata Nara.
“Bukan kencan.”
“Benar. Kita bahkan nggak punya jadwal hari ini.”
Aku menatapnya.
Ia juga menatapku.
Ada terlalu banyak kata di antara kami.
“Aku…”
Nara menunggu.
Aku ingin berkata aku rindu. Kalimat itu terasa terlalu besar dan terlalu jujur.
“Aku pikir kamu butuh dijemput.”
Wajahnya berubah sedikit.
“Oh.”
Aku membenci diriku sendiri.
Kami kembali diam sampai hujan reda.
Di depan kos, sebelum turun dari motor, Nara berkata, “Terima kasih sudah datang.”
Kali ini aku tidak bilang itu karena jadwal.
“Aku mau datang,” jawabku.
Ia menatapku melalui kaca helm.
“Bagus,” katanya pelan.
Aku pulang dengan satu kalimat yang tidak pernah keluar.
Tetapi untuk pertama kalinya, aku mulai mengerti bahwa diam bukan selalu bentuk kehati-hatian.
Kadang diam adalah cara lain untuk membuat orang yang kita sayangi menebak-nebak sendirian.
Lanjutkan Membaca Bab 22 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!