Raka hampir gagal presentasi proyek.
Bukan karena ia tidak siap. Justru karena ia terlalu siap dan terlalu lelah.
Aku menemukannya di studio satu jam sebelum simulasi, duduk menatap maket dengan tangan kaku.
“Kamu sudah tidur?”
“Dua jam.”
“Dalam berapa hari?”
Ia tidak menjawab.
Aku duduk di sebelahnya. “Oke. Presentasi ke aku.”
“Nara—”
“Anggap aku juri yang sangat cantik dan sedikit menyebalkan.”
“Sedikit?”
“Bagus. Kamu masih bisa bercanda.”
Ia mulai presentasi. Dua kali berhenti. Tiga kali mengulang. Aku mengajukan pertanyaan sampai suaranya kembali stabil.
Setelah simulasi selesai, ia tidak langsung bangun.
“Ayahku dulu arsitek,” katanya.
Aku diam.
“Jam tangan ini punya dia.” Raka menyentuh pergelangan kirinya. “Dia pergi waktu aku semester dua. Bukan meninggal. Pergi.”
Aku tidak berkata maaf. Rasanya terlalu kecil.
“Sejak itu aku benci kalau sesuatu bergantung sama aku tapi aku nggak bisa mengontrol hasilnya.”
“Terma**k orang?”
Ia menatapku.
Aku menyesal bertanya terlalu langsung. “Kamu nggak harus jawab.”
“Terma**k orang.”
Ruangan terasa sunyi.
“Makanya kamu bikin aturan,” kataku.
“Lebih mudah kalau semuanya jelas.”
“Dan kalau nggak jelas?”
“Berantakan.”
Aku mengulurkan tangan di atas meja. Tidak menyentuh dulu.
Raka menatap tanganku, lalu meletakkan tangannya di sana.
Tidak ada kamera.
Tidak ada Dimas.
Tidak ada yang perlu diyakinkan.
“Aku nggak bisa janji nggak akan pernah pergi,” kataku. “Tapi aku bisa janji kalau aku mau pergi, aku akan bilang. Aku nggak akan bikin kamu nebak.”
Raka menelan ludah.
“Kontrak nggak punya pasal itu,” katanya.
“Kita bisa hidup tanpa pasal sekali-sekali.”
Ia menggenggam tanganku sedikit lebih erat.
Hari itu Raka lolos simulasi presentasi.
Tetapi yang kuingat bukan nilainya.
Yang kuingat adalah bagaimana seseorang yang selalu terlihat paling tenang akhirnya membiarkanku melihat bagian dirinya yang takut.
Dan bagaimana aku ingin menjaga bagian itu, meski kontrak kami tidak pernah memintanya.
Lanjutkan Membaca Bab 23 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!