Aku tidak pernah meminta orang tinggal.
Kalau seseorang pulang, aku mengantar. Kalau seseorang sibuk, aku tidak mengganggu. Kalau seseorang menjauh, aku menunggu sampai terbiasa.
Malam itu Nara membantu di studio sampai hampir pukul satu. Ia menguap tiga kali dan akhirnya berdiri.
“Aku pulang, ya.”
Aku melihat pintu.
Lalu melihatnya.
“Nara.”
“Hmm?”
“Tinggal sebentar lagi.”
Kalimat itu keluar sebelum sempat kuukur risikonya.
Ia berhenti.
“Karena maket?”
“Bukan.”
“Karena kontrak?”
“Bukan.”
Nara duduk kembali perlahan.
“Oke.”
Itu saja.
Tidak ada pertanyaan kenapa. Tidak ada senyum menggoda. Ia hanya tinggal.
Kami bekerja sampai pukul dua. Setelah itu Nara tertidur di sofa kecil studio dengan jaketku sebagai selimut. Aku mematikan lampu utama dan menyisakan lampu meja.
Aku memandangnya terlalu lama.
Bukan dengan cara dramatis. Lebih seperti seseorang yang baru menemukan benda di rumahnya berpindah tempat dan menyadari susunan baru itu terasa lebih benar.
Pagi-pagi sekali ia bangun dan berkata, “Punggungku akan menuntutmu.”
“Aku tidak menyuruh tidur di sofa.”
“Kamu menyuruh tinggal.”
Benar.
Kami membeli bubur di depan kampus. Matahari baru muncul. Tidak ada orang yang mengenal kami. Tidak ada alasan untuk berpura-pura.
Nara menyendok bubur dan berkata, “Kamu tahu ini perubahan besar, kan?”
“Apa?”
“Kamu minta.”
Aku menatapnya.
“Kemarin kamu minta aku tinggal. Bukan ngasih alasan. Bukan bikin seolah aku kebetulan ada. Kamu minta.”
Aku tidak tahu harus menjawab apa.
Nara tersenyum kecil. “Bagus.”
“Kenapa?”
“Karena orang nggak bisa tahu kamu butuh apa kalau kamu selalu pura-pura nggak butuh apa-apa.”
Aku mengingat kalimat itu sepanjang hari.
Malamnya, aku menandai Hari ke-60 di kalender.
Nara tinggal karena aku minta.
Untuk pertama kalinya, kebutuhan tidak terasa seperti kelemahan.
Itu terasa seperti kepercayaan.
Lanjutkan Membaca Bab 24 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!