Aku bertemu Dimas sendirian.
Raka tidak suka ide itu, tetapi ia tidak melarang.
“Aku bisa tunggu dekat sana,” katanya.
“Tidak.”
“Kamu yakin?”
“Ya.”
Ia mengangguk. “Kalau berubah pikiran, bilang.”
Kami bertemu di taman kampus sore hari. Tempat terbuka. Banyak orang. Tidak ada alasan untuk merasa terjebak.
Dimas terlihat lebih lelah daripada terakhir kali.
“Aku nggak mau berantem,” katanya.
“Aku juga.”
Ia meminta maaf. Sebagian terdengar tulus. Sebagian masih seperti pembelaan. Ia bilang ia hanya takut kehilangan. Ia bilang aku juga pernah menyakiti. Semua itu mungkin benar dalam kadar tertentu.
Lalu ia berkata, “Kalau bukan karena Raka, mungkin kita masih bisa memperbaiki.”
Aku menggeleng.
“Ini bukan karena Raka.”
“Nar—”
“Aku pergi karena aku memilih pergi.”
Kalimat itu membuat semuanya diam.
Aku melanjutkan, “Aku bukan milikmu yang diambil orang lain. Aku juga bukan orang bingung yang harus diselamatkan. Aku memilih selesai sebelum Raka ada.”
Dimas menunduk.
“Aku minta maaf,” katanya akhirnya.
“Aku terima permintaan maafmu. Tapi itu tidak berarti kamu punya akses lagi ke hidupku.”
Ia mengangguk. Kali ini tidak membantah.
Ketika berjalan pergi, lututku gemetar.
Aku menelepon Raka.
“Sudah selesai?”
“Sudah.”
“Kamu oke?”
Aku tertawa dan menangis bersamaan. “Pertanyaan rumit.”
“Aku di Kafe Titik Temu.”
“Tentu kamu nunggu dekat.”
“Aku bilang kalau kamu berubah pikiran.”
“Aku nggak berubah.”
“Tapi aku tetap dekat.”
Aku pergi ke kafe.
Raka tidak bertanya det**l. Ia hanya mendorong segelas air ke arahku.
“Aku bilang ke dia,” kataku, “aku pergi karena aku memilih pergi.”
Raka mengangguk pelan. “Bagus.”
“Kok cuma bagus?”
“Aku bangga sama kamu, tapi kalau aku bilang terlalu panjang kamu akan bikin lelucon.”
Aku tertawa.
“Benar.”
Lalu, tanpa memikirkan aturan, aku meraih tangannya di atas meja.
Raka menggenggam balik.
Tidak ada yang melihat.
Dan untuk pertama kalinya, aku tidak peduli apakah momen itu ma**k kontrak atau tidak.
Lanjutkan Membaca Bab 25 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!