Nara tidak mau dirayakan.
“Aku cuma melakukan hal yang seharusnya,” katanya setelah menutup hubungan dengan Dimas secara final.
Menurutku itu alasan yang buruk untuk tidak makan.
Kami berada di studio pukul dua pagi karena aku harus menyelesaikan panel presentasi. Nara duduk di lant** sambil mengedit naskah siaran. Ketika aku mengeluarkan dua bungkus mie instan dari laci, ia menatapku seperti baru menemukan kelemahan besar.
“Jadi manusia tabel juga makan mie instan?”
“Aku punya spektrum.”
“Ini informasi penting.”
Kami memasak dengan ketel listrik yang seharusnya hanya dipakai untuk kopi. Makan dari mangkuk plastik. Di luar, hujan tipis menyentuh jendela studio.
“Harusnya ada champagne,” kata Nara.
“Untuk apa?”
“Merayakan aku akhirnya bisa bilang tidak tanpa pidato tiga halaman.”
“Kamu tadi bilang nggak mau dirayakan.”
“Beda. Ini mie instan.”
Aku mengangkat mangkuk. “Untuk batasan sehat.”
Ia menab**kkan mangkuknya ke mangkukku. “Untuk keputusan yang nggak perlu disetujui semua orang.”
Kami tertawa.
Beberapa menit kemudian, Nara tertidur sambil duduk. Kepalanya hampir jatuh ke laptop. Aku memindahkan perangkat itu dan memberinya jaket.
Sebelum tidur lebih dalam, ia bergumam, “Jangan kerja terus.”
“Kamu juga.”
“Bukan aku yang punya kompleks pahlawan.”
Aku mengambil kamera analog.
Cahaya lampu meja jatuh di wajahnya. Rambutnya sedikit berantakan. Di sampingnya ada mangkuk mie kosong dan sticky note menempel di lengan.
Aku memotret.
Klik.
Tidak untuk diunggah.
Tidak untuk bukti hubungan.
Hanya karena aku ingin menyimpan momen itu.
Ketika Nara bangun, aku sudah kembali bekerja.
“Kamu motret aku?” tanyanya curiga.
“Tidak.”
“Kamera kamu bunyi.”
“Bangunan.”
“Di sebelahku?”
“Komposisi.”
Ia menyipitkan mata. “Kamu pembohong buruk.”
Aku tidak menyangkal.
Beberapa hari kemudian, film kamera dicuci. Aku menyimpan foto Nara di dalam buku sketsa.
Aku mulai mengumpulkan terlalu banyak hal yang tidak terma**k kontrak.
Dan untuk pertama kalinya, aku membayangkan bagaimana rasanya kehilangan semuanya pada Hari ke-100.
Lanjutkan Membaca Bab 26 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!