Udara di dalam gudang tua di dermaga distrik Sektor 9 itu berbau karat dan air laut yang asin. Aku bisa merasakan denyut di pelipisku, seirama dengan notifikasi merah yang terus berkedip di sudut penglihatanku.
[Peringatan: Stabilitas Ruang Menurun! 12%...]
[Target Terdeteksi: 'Jangkar Kronos' β Grade SSS (Unstable)]
Aku mencengkeram linggis modifikasi di tangan kananku hingga buku-buku jariku memutih. Di depanku, sekitar dua puluh meter jauhnya, Luna terikat di sebuah kursi besi yang diletakkan tepat di bawah mesin pemadat logam raksasa. Mulutnya disumpal kain, tapi matanyaβmata yang biasanya penuh semangat ituβkini melebar ketakutan, basah oleh air mata yang mengalir di pipinya yang kotor.
"Berhenti di situ, Aris," sebuah suara berat bergema dari balkon besi di atas.
Vane, salah satu eksekutor dari Guild 'Iron Horizon', berdiri di sana dengan senyum tipis yang meremehkan. Di tangannya, ia memegang sebuah remot kontrol kecil. Namun, bukan itu yang membuat napas kaku terhenti. Di sebelah Vane, melayang di dalam tabung isolasi transparan, adalah sebuah bola cahaya keemasan yang berdenyut pelan.
Itu adalah *Jangkar Kronos*. Item terakhir yang aku butuhkan untuk menyempurnakan Nexus Recycler. Jika aku mendapatkan item itu, aku bukan lagi sekadar pemulung yang beruntung; aku akan menjadi penguasa teknologi yang bisa menghentikan kiamat yang menghantui masa depan.
"Satu langkah lagi, dan pemadat itu akan turun," Vane berkata sant**, jempolnya bermain di atas tombol merah. "Tapi, aku tahu kamu sangat menginginkan mainan di sampingku ini. SSS-Class, bukan? Bayangkan berapa banyak nyawa yang bisa kau beli dengan ini."
Aku menelan ludah. Tenggorokanku terasa kering seperti pasir. "Lepaskan dia, Vane. Kamu menginginkan sistemku, bukan item itu."
Vane tertawa, suara yang parau dan dingin. "Sistemmu terlalu rumit untuk kami pahami sekarang. Tapi item ini? Ini adalah kedaulatan. Sekarang, pilih. Aku akan melempar tabung ini ke dalam celah dimensi di belakangku, atau aku membiarkan gadis itu menjadi kaleng gepeng. Kamu punya waktu sepuluh detik sebelum stabilitas ruang ini runtuh sepenuhnya."
[Sinkronisasi Nexus Recycler: 98%...]
[Waktu Tersisa: 00:08...]
Sistem di mataku bergetar hebat. Nexus Recycler seolah berteriak, memintaku untuk mengambil item itu. Jika *Jangkar Kronos* jatuh ke tangan Guild atau hilang di celah waktu, masa depan yang hancur itu akan menjadi kenyataan. Jutaan nyawa dipertaruhkan. Trauma kemiskinan yang mencekikku selama bertahun-tahun berbisik di telingaku: *Ambil item itu. Jangan biarkan dirimu kembali menjadi sampah. Jangan kehilangan kesempatan untuk menjadi tuhan.*
Tapi kemudian, aku melihat Luna. Dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat, mencoba berteriak di balik sumpalannya. Dia tidak memintaku menyelamatkannya. Dia justru menunjuk ke arah item itu dengan tatapannya, mendesakku untuk tidak memedulikannya.
Gadis bodoh. Dia adalah satu-satunya orang yang memberiku roti saat aku kelaparan di gang sempit setahun lalu, bahkan sebelum aku memiliki sistem si**** ini.
"Lima detik, Aris!" teriak Vane.
Aku melihat ke arah *Jangkar Kronos*. Emasnya begitu menyilaukan. Itu adalah tiketku menuju puncak dunia. Lalu aku melihat bayangan mesin pemadat yang mulai bergerak turun perlahan, mengeluarkan suara derit besi yang mengerikan di atas kepala Luna.
Duniaku seolah melambat. Aku bisa melihat debu yang menari di bawah lampu temaram gudang. Logika pragmatisku bertarung dengan nurani yang selama ini kusembunyikan di balik sinisme.
"Maafkan aku, Nexus," bisikku pelan.
Aku tidak berlari ke arah Vane. Aku tidak melompat menuju tabung emas itu. Sebaliknya, aku melempar linggis di tanganku ke arah panel kontrol mesin pemadat dengan kekuatan penuh, sementara tangan kiriku mengaktifkan fungsi 'Recycle Overload' pada sarung tangan mekanikku.
*CRAAAKK!*
Linggis itu menghantam sirkuit panel, memicu percikan listrik yang membutakan. Di saat yang sama, aku melesat bukan ke arah item, melainkan menerjang ke arah Luna.
"TIDAK!" raung Vane. Dia tidak menyangka aku akan mengabaikan harta karun SSS-class itu. Dengan dendam, dia melempar tabung berisi *Jangkar Kronos* ke dalam retakan hitam yang menganga di belakangnya.
Aku melompat, memeluk Luna tepat saat mesin pemadat itu berhenti hanya beberapa sentimeter di atas rambutnya akibat arus pendek yang kubuat. Kami terjatuh ke lant** beton yang dingin, berguling menjauh dari zona bahaya.
[Peringatan: Item Grade SSS 'Jangkar Kronos' telah menghilang dari jangkauan!]
[Stabilitas Ruang: Kritis! 2%...]
Aku terengah-engah, dengan cepat memotong tali yang mengikat Luna menggunakan pisau lipat kecil. Luna langsung memelukku, tubuhnya gemetar hebat, isak tangisnya pecah di pundakku.
"Kenapa..." suaranya serak dan nyaris tak terdengar. "Kenapi kamu lakukan itu? Barang itu... masa depan itu..."
Aku berdiri, menariknya bangun sambil menatap ke arah balkon. Vane sudah menghilang, melarikan diri sebelum dimensi ini meledak. Di tempat tabung emas itu tadi berada, kini hanya ada lubang hitam yang berdenyut mengerikan, menghisap segala sesuatu di sekitarnya.
"Barang rongsokan bisa dicari lagi, Luna," kataku, meski hatiku terasa seperti diremas melihat hilangnya harapan terakhir itu. "Tapi aku tidak bisa memungut nyawa dari tempat sampah."
Tiba-tiba, gudang itu bergetar hebat. Tanah di bawah kaki kami retak. Notifikasi sistem yang tadinya merah berubah menjadi hitam pekat dengan tulisan yang tidak pernah kulihat sebelumnya.
[Sinyal S.O.S. Terdeteksi dari Celah Waktu...]
[Kesalahan Fatal: Masa Depan Mulai Merembes ke Sektor 9.]
[Misi Baru Terpaksa Dimulai: Bertahan Hidup dari Incursio Pertama.]
Dari dalam celah hitam tempat item itu menghilang, sebuah tangan raksasa yang terbuat dari logam berkarat dan daging busuk mulai merayap keluar, mencengkeram pinggiran dimensi. Bau kematian yang jauh lebih busuk dari sampah kota metropolis mulai memenuhi ruangan.
Aku sadar sekarang. Dengan hilangnya *Jangkar Kronos*, pintu yang seharusnya kututup kini justru terbuka lebar. Kiamat tidak lagi menunggu di masa depan. Ia baru saja tiba di depan mataku.
Lanjutkan Membaca Bab 14 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium π
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!