Scavenger System: The Sultan of SSS-Class Ruins

Bab 5: Bab 5 - Meningkatkan level sistem agar bisa memproses s...

Pengaturan Membaca

Bau logam berkarat dan sisa pembakaran timah menyengat hidungku, menciptakan aroma pengap yang sudah menjadi kawan akrab di dalam bengkel bawah tanah ini. Aku mengusap keringat di dahi dengan punggung tangan yang kotor oleh pelumas hitam. Di depanku, tumpukan sampah elektronikβ€”papan sirkuit yang hangus, baterai ponsel yang membengkak, hingga kerangka drone yang sudah hancurβ€”berceceran di atas meja kayu yang miring.

Bagi orang lain, ini adalah gunungan limbah beracun. Bagiku, ini adalah tiket keluar dari kemiskinan yang menjerat leherku selama dua puluh satu tahun.

"Sedikit lagi," bisikku pada diri sendiri. Suaraku parau, tenggelam oleh dengung rendah dari pergelangan tangan kiriku.

Aku memfokuskan pandangan. Layar hologram semi-transparan muncul di udara, memancarkan cahaya biru pucat yang memantul di bola mataku.

**[Nexus Recycler - Status: Level 1]**

**[Exp: 950/1000]**

**[Kebutuhan Upgrade: 50 Unit Material Elektronik Grade C atau lebih tinggi]**

Tanganku gemetar saat meraih sebuah motherboard tua dari komputer server yang sudah berjamur. Sistem segera memberikan notifikasi.

**[Objek Terdeteksi: Motherboard Terkikis (Grade D)]**

**[Ekstraksi...]**

Lampu biru berpendar dari telapak tanganku, menyelimuti papan sirkuit itu. Dalam hitungan detik, benda padat itu hancur menjadi partikel cahaya dan tersedot ke dalam sistem.

**[Mendapatkan: 2 Unit Komponen Mikro. Exp +10]**

Aku mendesah kecewa. Grade D terlalu rendah. Aku butuh sesuatu yang memiliki "jiwa" teknologi lebih kuat. Mataku menyisir tumpukan sampah itu lagi sampai tertuju pada sebuah kotak hitam kecil yang tertimbun di sudut meja. Itu adalah unit pemrosesan data dari pemukiman elit yang baru saja dibuang karena malfungsi kecil. Di sana, mereka membuang emas seolah itu adalah kulit pisang.

Begitu jemariku menyentuh permukaan logam dingin kotak itu, sistem bereaksi lebih agresif.

**[Objek Terdeteksi: Core Processor 'Aegis-7' (Grade B+)]**

**[Peringatan: Energi residu terdeteksi. Mulai ekstraksi?]**

"Lakukan," perintahku singkat.

Sensasi panas menjalar dari telapak tangan hingga ke bahu. Aku menggertakkan gigi, menahan rasa perih seolah arus listrik kecil sedang menelusuri saraf-sarafku. Kotak hitam itu mulai berpendar merah sebelum akhirnya meledak pelan menjadi debu bintang digital.

**[Ekstraksi Berhasil!]**

**[Mendapatkan: Kristal Silikon Murni (SSS-Potential Fragment) x1]**

**[Exp +150]**

**[Syarat terpenuhi. Memulai Inisialisasi Update...]**

Aku terhuyung ke belakang, menab**k tumpukan kaleng bekas hingga menciptakan bunyi berisik yang m****akkan telinga di ruang sempit itu. Jantungku berdegup kencang. Cahaya dari layar hologram yang tadinya biru kini berubah menjadi warna ungu pekat yang tajam. Tekanan udara di sekitarku terasa mendadak berat, seolah molekul oksigen sedang diperas keluar dari ruangan ini.

"Aris... dengarkan..."

Aku membeku. Suara itu bukan berasal dari speaker atau headset. Suara itu bergema langsung di dalam tempurung kepalaku. Dingin, mekanis, namun memiliki nada urgensi yang sangat manusiawi.

"Siapa itu?" tanyaku, mataku liar menatap sekeliling ruangan yang remang-remang. Hanya ada bayangan rak-rak tua yang menari di dinding.

**[Proses Upgrade 15%... 40%...]**

Layar hologram itu mulai berkedip kacau. Kode-kode biner yang tidak pernah kulihat sebelumnya mengalir deras seperti hujan digital. Di antara deretan angka itu, muncul potongan gambar yang sangat cepat: sebuah kota yang megah dengan gedung pencakar langit yang melayang, namun semuanya diselimuti oleh api hitam yang tidak padam.

"Waktu bukan lagi garis lurus," suara itu kembali terdengar, kali ini lebih jelas, seperti bisikan seseorang yang sedang sekarat tepat di telingaku. "Setiap kepingan yang kau pungut adalah saksi bisu dari akhir yang belum terjadi. Kau tidak sedang membangun kekayaan, Pemulung... Kau sedang mengumpulkan nisan."

Napas melompat dari paru-paruku. "Apa maksudmu? Apa itu 'The Collapse'?"

Layar hologram di depanku tiba-tiba menampilkan sebuah grafik yang berdenyut merah.

**[PANDUAN SISTEM DIPAKSA AKTIF]**

**[Pesan Enkripsi dari Garis Waktu T+50 Tahun Terdeteksi]**

"The Collapse... dimulai dari keserakahan yang kau pegang," suara itu meratap. "Setiap item SSS yang kau ciptakan menarik perhatian 'Mereka'. Guild Global bukan ancaman terbesarmu. Ancaman sebenarnya adalah apa yang merayap di balik celah waktu yang kau buka setiap kali kau menggunakan Nexus Recycler."

Sebuah getaran hebat mengguncang seluruh bengkel bawah tanahku. Debu-debu jatuh dari langit-langit. Aku berusaha mematikan sistem, namun perintahku diabaikan.

**[Update Selesai: Nexus Recycler Level 2 Unlocked]**

**[Fitur Baru: Electronic Synthesis & Chrono-Trace]**

Cahaya ungu itu perlahan memudar, meninggalkan ruangan dalam kegelapan yang lebih pekat dari sebelumnya. Aku terduduk di lant** semen yang dingin, napasku masih tersengal-sengal. Di pergelangan tanganku, layar hologram menunjukkan status baru yang terlihat lebih elegan, namun terasa jauh lebih mengancam.

Aku melihat ke arah meja. Di sana, hasil sintesis tadiβ€”sebuah chip kecil berbentuk kristalβ€”berpendar pelan. Namun, ada yang aneh. Di permukaan kristal itu, muncul bayangan samar yang bergerak-gerak seperti asap hitam yang terperangkap.

Lalu, sebuah notifikasi terakhir muncul, membuat bulu kudukku berdiri tegak.

**[Peringatan: Keberadaan pengguna telah terdeteksi oleh 'The Seekers' melalui anomali Chrono-Trace. Lokasi saat ini akan terpapar dalam 120 detik.]**

Aku baru saja meningkatkan level kekuatanku, tapi rasanya aku baru saja menyalakan suar di tengah kegelapan yang penuh dengan predator. Suara langkah kaki berat mulai terdengar di atas permukaan tanah, tepat di atas langit-langit bengkelku.

Mereka sudah datang. Dan mereka tidak mencari sampah.

Apresiasi Penulis

Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!

Komentar Pembaca