Dinginnya lant** logam menembus sol sepatu botku yang sudah menipis. Aku menahan napas, meratakan punggung ke dinding koridor yang disinari lampu neon pucat. Di depanku, dua penjaga dengan seragam taktis hitam legam melintas. Senapan plasma mereka tersampir di bahu, memancarkan dengungan rendah yang membuat bulu kudukku meremang.
Mereka melewatu persis di depanku. Jaraknya tidak lebih dari satu meter. Aku bisa mencium bau kopi saset dan sisa aroma rokok dari napas salah satu dari mereka. Namun, mereka tidak melihatku. Bagi mata merekaβdan bagi sensor infra merah yang terpasang di sudut langit-langitβaku hanyalah udara kosong.
Aku melirik ke bawah, ke arah tubuhku sendiri. Pakaianku tidak terlihat, digantikan oleh distorsi udara halus yang menyerupai riak air di permukaan danau yang tenang. Inilah *Void-Shade Mantle*.
Siapa yang akan percaya bahwa jubah SSS-Class ini dulunya hanyalah tumpukan kain perca berminyak yang kupungut dari tempat pembuangan limbah tekstil di Sektor 12? Nexus Recycler benar-benar g***. Sistem itu memadatkan serat-serat sampah itu, mengatur ulang struktur molekulnya, dan menyuntikkan energi dari masa depan hingga terciptalah benda ini.
*Durasi Aktif: 02:14... 02:13...*
Angka biru neon di sudut penglihatanku terus berkedip, menghitung mundur dengan kejam. Aku harus bergerak. Markas "Aegis Corporation" ini lebih luas dari yang kubayangkan. Aku tidak datang ke sini untuk mencuri data; aku datang untuk mengambil kembali fragmen memori dari tahun 2099 yang mereka sita dari zona rongsokan minggu lalu.
Aku melangkah sepelan mungkin. Setiap kali tumitku menyentuh lant**, jantungku berdegup kencang, takut jika suara gesekan kecil sekalipun akan memicu alarm. Aku melewati pintu dekoder pusat. Dua teknisi sedang sibuk di depan layar holografik besar, menampilkan peta rasi bintang yang tidak kukenali.
"Sinyal itu datang lagi," bisik salah satu teknisi. Wajahnya pucat pasi di bawah cahaya monitor. "Sama seperti yang ada di artefak rongsokan itu. Ini bukan sekadar sampah, Ed. Ini kode koordinat."
"Diamlah dan terus bekerja," sahut yang lain, suaranya gemetar. "Jika Guild Master tahu kita membocorkan ini, kita tidak akan pernah melihat matahari lagi."
Aku tertegun sejenak. Jadi benar, barang-barang yang kupungut memang sinyal S.O.S. dari masa depan. Namun, aku tidak punya waktu untuk menguping lebih lama.
*Durasi Aktif: 01:05...*
Sial. Aku mempercepat langkah menuju b**nkas penyimpanan spesimen di ujung lorong. Tanganku yang terbungkus sarung tangan kulit usang gemetar saat mendekati panel akses. Aku tidak punya kartu kunci, tapi aku punya *Multi-Tool Bypass*βhasil daur ulang dari obeng karatan dan chip komputer tua.
Aku menempelkan alat itu ke panel. Lampu indikator berubah dari merah menjadi hijau dalam hitungan detik. Pintu baja tebal itu berdesis, terbuka perlahan dengan suara hidrolik yang terasa sangat nyaring di telingaku.
Aku menyelinap ma**k. Ruangan itu dingin, dipenuhi tabung-tabung kaca berisi benda-benda aneh. Di tengah ruangan, dalam sebuah kotak vakum, terletak fragmen ituβsebuah kristal hitam yang berdenyut dengan cahaya ungu redup.
"Dapat," bisikku. Aku segera meraihnya dan mema**kkannya ke dalam tas pinggangku.
Tiba-tiba, lampu merah di seluruh ruangan mulai berputar. Suara sirene meraung, m****akkan telinga.
"Penyusup di Sektor 4! B**nkas spesimen terbuka!" Suara mekanis sistem keamanan menggema dari pengeras suara.
Aku tersentak. Apakah jubah ini gagal? Tidak, jubah ini masih berfungsi, tapi sensor tekanan di lant** b**nkas pasti telah mendeteksi perubahan berat saat aku mengambil fragmen itu. Bodoh! Aku terlalu meremehkan teknologi mereka.
Aku berlari keluar, tapi pintu b**nkas mulai menutup secara otomatis. Aku melompat, berguling di lant** logam tepat sebelum pintu itu membentur lant** dengan dentuman keras.
*Durasi Aktif: 00:25...*
"Sial, sial, sial!" umpatku tertahan.
Di ujung koridor, sepa**kan penjaga dengan perisai energi mulai bermunculan. Mereka tidak bisa melihatku, tapi mereka menembakkan peluru biometrik secara acak ke koridor. Peluru-peluru itu pecah menjadi awan gas berwarna neon yang menempel pada permukaan apa pun. Jika gas itu mengenaku, siluet tubuhku akan terlihat jelas.
Aku berbelok ke arah tangga darurat, napas mulai memburu. Paru-paruku terasa terbakar.
*Durasi Aktif: 00:10...*
Aku mencapai pintu menuju atap, tapi langkahku terhenti. Seorang pria berdiri di sana. Dia tidak memakai seragam penjaga. Dia mengenakan jas panjang berwarna abu-abu dengan mata mekanis yang bersinar merah pekat. Tatapannya tertuju tepat ke arahku. Bukan ke arah dinding di belakangku, tapi tepat ke mataku.
"Kau pikir sepotong kain rongsokan bisa menyembunyikanmu dari mata yang bisa melihat garis waktu, Aris?" suaranya tenang, namun penuh otoritas.
*Durasi Aktif: 00:03... 00:02... 00:01...*
*Peringatan: Energi Void-Shade Mantle habis. Memulai proses materialisasi.*
Riak air di sekelilingku memudar. Jubah SSS-class itu kembali menjadi tumpukan kain perca dekil yang menggantung lemas di bahuku. Aku berdiri di sana, terekspos sepenuhnya, hanya beberapa meter dari pria yang jelas-jelas bukan manusia biasa.
Pria itu tersenyum tipis, memperlihatkan deretan gigi yang terlalu putih dan rapi. "Nexus Recycler adalah milik kami, Pemulung. Kau hanyalah kurir yang tidak sengaja menemukannya."
Dia mengangkat tangannya, dan ruang di sekitarku mulai melengkung, seolah-olah realitas itu sendiri sedang diremas oleh tangan raksasa. Aku meraba sakuku, mencari barang rongsokan lain yang mungkin bisa menyelamatkanku, tapi jemariku justru menyentuh fragmen hitam yang tadi kuambil. Fragmen itu tiba-tiba menjadi sangat panas, membakar kulitku.
Tiba-tiba, sebuah suara sistem yang dingin bergema di kepalaku, berbeda dari suara Nexus Recycler yang biasanya.
*[Sinkronisasi Fragmen Masa Depan Terdeteksi. Mengaktifkan Protokol Pertahanan Terakhir: Paradox Jump.]*
Lant** di bawah kakiku tiba-tiba lenyap, digantikan oleh lubang hitam yang menganga lebar. Pria bermata merah itu menerjang maju, tapi terlambat. Aku jatuh ke dalam kegelapan total tepat saat seluruh gedung itu terguncang oleh ledakan energi yang dahsyat.
Lanjutkan Membaca Bab 7 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium π
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!