Udara di dalam apartemen unit 402 terasa seberat timah, jenuh dengan bau ozon dan sisa-sisa aroma sintetik dari cairan pembersih otomatis yang baru saja berhenti menyemprot. Vanya duduk meringkuk di atas kursi ergonomisnya, wajahnya terpapar pendar biru pucat dari tiga monitor holografik yang melayang di hadapannya. Rambutnya yang biasanya tertata rapi kini kusut, dengan beberapa helai menempel di dahi yang berkeringat dingin.
Jantungnya berdegup kencang, sebuah irama tak beraturan yang seolah berlomba dengan kursor yang berkedip-kedip di layar. Sejak tiga jam yang lalu, dia mencoba melakukan sesuatu yang belum pernah dia bayangkan sebelumnya: membongkar paksa protokol keamanan rumah pintarnya sendiri.
"Ayolah, sedikit lagi..." bisiknya, suaranya parau karena jarang digunakan selama dua hari terakhir.
Jari-jarinya menari di atas keyboard virtual, mengetikkan baris perintah *decryption* yang dia beli dari forum bawah tanah seharga sisa tabungan bulanannya. Vanya bukan seorang peretas profesional, tapi ketakutan akan pengint**an 'The Watcher' telah memaksanya untuk belajar dengan cepat. Rasa haus akan stimulasi Aero-Pulse masih berdenyut di belakang kepalanyaβsebuah desakan untuk menyerah pada getaran laser yang menenangkan ituβnamun kemarahan jauh lebih kuat saat ini.
Sebuah jendela terminal baru terbuka, menampilkan aliran data *log* sistem yang ma**k dan keluar dari hub pusat apartemennya. Matanya yang merah karena kurang tidur membelalak saat melihat sebuah *sub-routine* tersembunyi bernama "Pulse-Sync_Admin". Itu adalah pintu belakangβsebuah *backdoor* yang menyedot data visual dan sensorik langsung dari unit Aero-Pulse di kamar mandinya setiap kali alat itu diaktifkan.
"Si****," umpatnya. Tangannya gemetar saat dia melacak asal usul otorisasi protokol tersebut.
Vanya ma**k lebih dalam ke dalam direktori instalasi sistem. Dia menemukan sebuah berkas enkripsi yang berisi riwayat pemeliharaan perangkat keras. Di sana, di balik lapisan kode biner, terdapat sebuah tanda tangan digital yang tidak asing. Sebuah nama yang tertera pada formulir instalasi enam bulan lalu, saat dia pertama kali pindah ke apartemen ini dan merasa sangat beruntung mendapatkan paket *smart-home* premium dengan harga miring.
Layar berkedip, menampilkan sebuah profil karyawan dari kontraktor keamanan "Neon-Shield Solutions".
Vanya terkesiap, tangannya menutupi mulut. Foto profil yang muncul di layar adalah wajah seorang pria yang dia kenal dengan baik. Aris. Pria berusia tiga puluhan dengan senyum ramah dan kacamata berbingkai tipis yang selalu membantunya setiap kali ada masalah dengan koneksi internet atau pipa air yang tersumbat.
"Aris?" Vanya bergumam, suaranya bergetar karena rasa tidak percaya.
Dia teringat bagaimana Aris pernah berdiri di ambang pintu kamar mandinya, memegang obeng dan alat pemindai, sambil berkata dengan nada yang begitu sopan, *"Sistem Aero-Pulse ini sensitif, Vanya. Biar saya kalib**si ulang supaya kamu bisa mendapatkan sensasi terbaik. Privasi kamu adalah prioritas saya."*
Vanya merasa mual. Bayangan Aris yang menyentuh kabel-kabel di dindingnya, yang menyesuaikan sudut kamera sensorik di atas bak mandinya, kini terasa seperti serangan fisik. Setiap kali dia te******* di bawah cahaya laser Aero-Pulse, membiarkan tubuhnya merespons getaran neurologis yang intens, Aris ada di sana. Di balik layar, di suatu tempat, pria itu menontonnya. Menonton setiap erangan, setiap getaran, dan setiap kerentanannya, lalu menyiarkannya ke penawar tertinggi di pasar gelap digital.
Dia mencari lebih jauh, membuka folder tersembunyi di dalam *log* tersebut. Di sana terdapat ribuan potongan klip video berlabel "Vanya_Session_01" hingga "Vanya_Session_142". Vanya mengklik salah satunya secara acak. Dia melihat dirinya sendiri, dua malam yang lalu, dengan mata terpejam dan napas memburu, sepenuhnya terhipnotis oleh efek Aero-Pulse, sementara di sudut layar terdapat statistik detak jantung dan tingkat dopaminnya yang ditampilkan secara *real-time*.
Rasa malu yang luar biasa membakar dadanya, membuatnya sulit bernapas. Dia bukan lagi seorang manusia di mata Aris; dia hanyalah sebuah konten, sebuah komoditas yang diperas untuk kepuasan orang asing.
Tiba-tiba, sebuah notifikasi merah muncul di monitor tengahnya.
*WARNING: REMOTE ACCESS DETECTED.*
Darah Vanya seolah membeku. Seseorang sedang mengakses sistemnya sekarang. Seseorang tahu bahwa dia sedang mengendus-endus di tempat yang dilarang.
Sebuah jendela obrolan (chat) terbuka secara otomatis di tengah layar, menutupi wajah Aris di profil karyawan tadi.
**The Watcher:** *"Vanya, sayang. Kamu seharusnya tidak melihat sedalam itu. Itu merusak kejutan bagi para pelanggan kita malam ini."*
Vanya melompat mundur dari kursinya, hingga kursinya terguling ke lant**. Dia menatap kamera kecil yang tertanam di bingkai monitornya dengan noda ketakutan yang nyata. Dia merasa seolah mata Aris ada di dalam lensa itu, sedang menatapnya langsung ke dalam jiwanya.
**The Watcher:** *"Aku sedang menuju ke sana sekarang untuk melakukan 'perbaikan sistem'. Jangan ke mana-mana, ya?"*
Suara klik mekanis yang sangat pelan terdengar dari arah pintu depan apartemennya. Itu adalah suara kunci pintar yang terbuka secara otomatis dari jarak jauh. Vanya mematung, pandangannya beralih dari layar ke gagang pintu apartemennya yang perlahan-lahan mulai berputar.
Dunia cyberpunk di luar jendela yang penuh dengan lampu neon dan iklan hologram yang berisik tiba-tiba terasa sangat jauh, meninggalkan Vanya sendirian di dalam kotak beton yang kini terasa seperti peti mati yang dirancang oleh orang yang selama ini dia anggap sebagai pelindungnya. Pintu itu terbuka sedikit demi sedikit, menampakkan siluet seseorang yang berdiri di lorong yang remang-remang.
Lanjutkan Membaca Bab 12 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium π
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!