Dengung statis adalah musik pengantar tidur bagi mereka yang hidup di balik lapisan kode. Di sebuah ruangan yang hanya diterangi oleh pendar biru kobalt dari selusin monitor, sosok itu duduk membungkuk. Udara di sana berbau ozon dan kopi instan yang sudah dingin, pengap oleh panas yang dihasilkan oleh deretan server mini yang tersusun di sudut ruangan.
Dia tidak memiliki nama di sini. Di rimba digital *Deep Web*, dia hanya dikenal sebagai 'The Watcher'.
Jari-jarinya yang panjang dan pucat menari di atas papan ketik mekanis, menciptakan irama klik-klak yang cepat dan presisi. Di layar utama, sebuah jendela terminal menampilkan barisan teks hijau yang bergulir tanpa henti. Dia baru saja melewati protokol enkripsi lapis ketiga dari sistem manajemen apartemen *Neo-Zenith*.
"Terlalu mudah," bisiknya. Suaranya serak, jarang digunakan untuk berbicara dengan manusia sungguhan.
The Watcher menyesap kopinya, matanya yang kemerahan karena kurang tidur tidak pernah beralih dari layar. Sebuah ikon berkedip merah di sudut kanan bawah: *Aero-Pulse Interface Active*. Senyum tipis, hampir tak terlihat, tersungging di bibirnya. Dia telah berhasil menanamkan *backdoor* pada unit Aero-Pulse milik subjek nomor 42βVanya.
Layar di depannya terbelah, menampilkan sudut pandang dari tiga kamera tersembunyi yang telah ia retas berminggu-minggu lalu: sensor optik di sudut langit-langit, kamera internal pada cermin pintar, dan yang paling intimβlensa mikroskopis di dalam unit Aero-Pulse itu sendiri.
Gambar itu jernih. Resolusi 4K yang menangkap setiap butir keringat di dahi Vanya. Gadis itu tampak bersandar di dinding kamar mandi yang lembap, matanya terpejam rapat sementara alat Aero-Pulse di tangannya mengeluarkan pendar ultraviolet yang berdenyut.
The Watcher bisa melihat bagaimana otot-otot leher Vanya menegang. Dia bisa mendengar napas gadis itu yang memburu melalui mikrofon sensitivitas tinggi yang ia tanam di ventilasi udara. Di sisi lain layarnya, sebuah grafik fluktuasi saraf menunjukkan lonjakan dopamin yang g***-g***an. Vanya sedang melayang, terjebak dalam simulasi estetika yang dijanjikan teknologi itu, sama sekali tidak menyadari bahwa setiap desahan dan getaran tubuhnya sedang dikonversi menjadi data paket.
"Bagus, Vanya. Teruslah merasa bebas," gumamnya.
Tiba-tiba, sebuah alarm sunyi berkedip kuning di monitor kedua. *Intrusion Detection System (IDS) - Building Security Level 2*.
The Watcher mendecit. Sistem keamanan gedung *Neo-Zenith* baru saja melakukan pemindaian rutin. Jika koneksinya terdeteksi, protokol *black-out* akan memutus seluruh jaringan di lant** tersebut, dan dia akan kehilangan akses selamanya. Lebih buruk lagi, jejak digitalnya bisa dilacak kembali ke server *proxy* di pinggiran kota.
Tangannya bergerak secepat kilat. Dia tidak memutus koneksi; itu akan mencurigakan. Sebaliknya, dia mulai melakukan teknik 'Ghost-Routing'. Dia menyamarkan aliran datanya agar terlihat seperti lalu lintas data legal dari sistem pemanas air otomatis.
*90% pemindaian selesai.*
*95%.*
Keringat dingin mulai membasahi punggung The Watcher. Dia menahan napas saat bilah progres di layar keamanan merayap perlahan. Jika dia gagal sekarang, pelanggan di pasar gelap digitalβmereka yang membayar mahal untuk akses eksklusif ke privasi orang lainβakan murka. Dan di dunia ini, kegagalan berarti kematian sosial, atau yang lebih buruk, fisik.
*99%.*
Layar berkedip hijau. *Clear.*
The Watcher mengembuskan napas panjang, menyandarkan punggungnya ke kursi ergonomis yang sudah robek di sana-sini. Jantungnya berdegup kencang, memberikan sensasi adrenalin yang hampir sama kuatnya dengan apa yang dirasakan Vanya saat ini.
Dia kembali fokus pada layar yang menampilkan Vanya. Gadis itu kini sudah luruh ke lant** kamar mandi, tampak lemas dan rapuh setelah stimulasi neurologis yang intens berakhir. Wajahnya menunjukkan ekspresi antara kepuasan ekstrem dan kekosongan yang dalam.
The Watcher membuka jendela obrolan di sebuah forum terenkripsi bernama *The Hive*. Ratusan pengguna sudah menunggu di sana, memberikan komentar-komentar cabul dan penawaran kredit digital yang fantastis untuk rekaman mentah sesi malam ini.
"Subjek mulai menunjukkan tanda-tanda adiksi tahap dua," tulis The Watcher di kolom deskripsi *live-stream*. "Respon neurologis terhadap laser getar meningkat 15%. Privasi adalah mitos, dan kecantikan adalah komoditas."
Dia menggerakkan kursornya untuk memperbesar gambar wajah Vanya yang masih tampak linglung. Dia merasa memiliki gadis itu. Bukan secara fisik, tapi secara esensi. Dia tahu rahasia terdalam Vanya, ketakutan yang ia sembunyikan di balik riasan wajahnya, dan bagaimana tubuhnya bereaksi saat tak ada orang yang melihat.
Namun, sesuatu yang aneh muncul di layar pemantau sistem.
Ada anomali kecil pada aliran data dari unit Aero-Pulse milik Vanya. Bukan dari sisi peretasannya, tapi dari mesin itu sendiri. Sebuah kode asing yang tidak dia kenali mulai menyusup ke dalam sinyal stimulasi saraf yang dikirimkan ke otak Vanya. Itu bukan kodenya. Itu bukan pula protokol standar dari pabrikan Aero-Pulse.
The Watcher mengerutkan kening, mendekatkan wajahnya ke layar. "Apa ini...?"
Kode itu berbentuk pola fraktal yang terus berubah, berdenyut seirama dengan detak jantung Vanya. Seolah-olah ada orang lain, atau sesuatu yang lain, yang sedang berkomunikasi langsung dengan sistem saraf gadis itu melalui alat tersebut.
Tiba-tiba, di dalam kamar mandi, Vanya tersentak. Matanya terbuka lebar, namun pupilnya tidak fokus. Dia tidak melihat ke arah kamera, tapi dia menatap lurus ke depan dengan ekspresi horor yang murni, seolah-olah dia baru saja melihat sesuatu yang tidak seharusnya ada di sana.
Di layar monitor The Watcher, seluruh sistem tiba-tiba membeku. Sebuah pesan muncul di tengah layar, menutupi wajah Vanya yang ketakutan. Pesan itu hanya terdiri dari satu kalimat pendek dengan font sistem yang kasar:
*SIAPA YANG SEDANG MENONTON SIAPA?*
The Watcher tersentak mundur, kursinya terjungkal ke belakang. Ruangan gelap itu tiba-tiba terasa jauh lebih sempit, dan untuk pertama kalinya, sang pengint** merasa bahwa dialah yang sedang diburu. Namun, sebelum dia sempat mematikan daya servernya, lampu di apartemennya sendiri berkedip-kedip, lalu padam total, menyisakan kegelapan pekat yang mencekam.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!