Aku mengundang Dito makan siang di warung belakang kampus, tempat kami biasa merencanakan kampanye BEM sebelum orang-orang mengenal nama kami.
Ia datang terlambat tujuh menit, memesan menu yang sama seperti sejak SMA, dan mengeluh soal sponsor. Semua hal kecil terasa normal. Itu yang paling menyakitkan.
“Nara membuatmu paranoid,” katanya setelah aku menanyakan vendor Ratih Prakoso.
Aku meletakkan sendok. “Jangan bawa dia.”
“Kenapa tidak? Sejak dia muncul, kamu menyelidiki bendaharamu sendiri, Selena kembali mencampuri media, dan senat mulai mencium kelemahan.”
“Ada transfer ke perusahaan ibumu.”
Dito tidak langsung menjawab. Ia minum, lalu tersenyum tipis. “Perusahaan legal. Menyediakan logistik.”
“Tanpa tender.”
“Darurat festival.”
“Lampirannya dibuat setelah pembayaran.”
“Kamu tanda tangan.”
“Aku tidak.”
Senyumnya hilang.
Aku memperhatikan setiap gerakan. Dito selalu mengetuk meja saat berbohong. Kali ini jarinya diam, tetapi kaki kanannya bergerak cepat.
“Kalau kamu menuduhku,” katanya, “BEM bisa runtuh sebelum festival selesai. Semua orang akan bilang ketuanya tidak mampu mengawasi sahabat sendiri.”
“Itu bukan alasan untuk menutup fakta.”
“Dulu kamu tidak sepolos ini.”
“Dulu aku belum tahu loyalitas bisa dipakai sebagai borgol.”
Dito mencondongkan tubuh. “Nara ingin memisahkan kita. Dia tahu kalau kamu kehilangan aku, dia menjadi satu-satunya orang yang punya akses pada keputusanmu.”
Aku berdiri.
“Apa?”
“Kamu mendengar.”
“Jangan ubah ini menjadi kecemburuan.”
“Bukankah hubungan kalian memang strategi? Atau kamu sudah lupa?”
Kalimat itu mengenai kelemahan yang ia tahu. Dito selalu pandai menemukan bagian diriku yang takut dianggap sama manipulatifnya dengan ayah.
“Aku tidak lupa,” kataku. “Justru karena itu aku harus memeriksa semuanya.”
Aku pergi tanpa menyentuh makanan.
Di sekretariat, Kirana sudah menyiapkan log komputer. Ada akses pukul 22.16 menggunakan kartu miliknya.
“Aku tidak datang malam itu,” katanya. “Kartuku dipinjam Dito untuk mengambil berkas sponsor.”
Kirana tampak marah sekaligus takut. “Kenapa kamu tidak bilang dari awal kita mencurigainya?”
“Karena aku belum punya bukti.”
“Karena dia sahabatmu.”
Aku tidak membantah.
Nara datang membawa salinan rekening. Wajahnya langsung membaca suasana.
“Kartu Kirana?” tanyanya.
Aku mengangguk.
“Dito?”
“Belum pasti.”
Ia meletakkan dokumen lebih keras dari perlu. “Kapan sesuatu menjadi pasti bagimu? Setelah dia mengaku sambil membawa kuitansi?”
“Nara.”
“Tidak. Aku menyerahkan bukti karena percaya kamu akan bertindak. Kamu menyimpan kecurigaan, menyembunyikan hubungan vendor, dan membiarkanku ma**k kontrak tanpa tahu orang terdekatmu mungkin pelaku.”
“Aku berusaha melindungi penyelidikan.”
“Kamu melindungi dirimu dari kenyataan.”
Kirana keluar, memberi kami ruang.
Aku ingin menjelaskan bahwa menuduh Dito berarti membongkar seluruh sejarah persahabatan, kemenangan, dan kegagalan kami. Namun semua itu tidak mengurangi dampak pada Nara.
“Aku salah menahan informasi,” kataku.
“Lagi.”
“Ya. Lagi.”
Ia menatapku, seolah mencari apakah permintaan maaf itu strategi.
“Apa yang kamu lakukan sekarang?” tanyanya.
“Bekukan akses Dito secara diam-diam. Salin log. Minta audit eksternal.”
“Dan beri tahu Nara sebelum membuat keputusan yang memakai namanya?”
Aku mengangguk. “Dan itu.”
Ketegangan di wajahnya belum hilang, tetapi ia duduk.
Kami memeriksa log bersama. Satu entri menunjukkan komputer sekretariat dibuka malam setelah kontrak ditandatangani. File PDF kontrak diakses selama empat menit.
“Nara,” kataku pelan.
Ia melihat layar.
“Watermark sekretariat,” katanya. “Kalau file ini disalin, kita bisa mengenali versi bocornya.”
Ponselku berbunyi. Dito mengirim foto lama kami saat kampanye mahasiswa.
Caption pribadi: Jangan biarkan satu perempuan menghancurkan semua yang kita bangun.
Aku mematikan layar sebelum Nara membaca.
Keputusan itu hanya berlangsung dua detik.
Namun dua detik itu c**up untuk membuktikan aku masih memilih menyembunyikan sesuatu darinya.
Lanjutkan Membaca Bab 13 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!