Ketika senat menonaktifkanku, orang pertama yang mengulurkan jalan keluar adalah Dito.
Ia menunggu di parkiran setelah sidang awal. Tidak ada lanyard di leherku. Kartu akses sekretariat sudah diblokir. Untuk pertama kali dalam dua tahun, aku berjalan di kampus tanpa orang memanggil Ketua.
“Kita masih bisa memperbaiki ini,” katanya.
“Dengan cara apa?”
“Nara mengaku kontrak idenya. Kamu bilang hubungan itu dibuat untuk melindunginya dari rumor. Audit kita sebut analisis mahasiswa yang belum tervalidasi.”
Aku menatap sahabatku sendiri dan akhirnya melihat pola yang selama ini kutolak.
Ia tidak panik karena dana ditemukan. Ia panik karena aku berhenti melindungi citra.
“Kamu yang mengambil foto pertama?” tanyaku.
Dito tersenyum kecil. “Kamu sedang lelah.”
“Kamu yang membocorkan kontrak?”
“Aksa, pikirkan festival, organisasi, semua orang yang bergantung—”
“Kamu memindahkan dana ke perusahaan ibumu.”
Wajahnya mengeras. “Dana itu akan kembali setelah sponsor cair. Kita butuh kas jembatan. Semua organisasi melakukan penyesuaian.”
“Dengan dokumen palsu?”
“Aku menyelamatkan programmu.”
“Jangan pakai kata menyelamatkan.”
Aku mendengar suaraku sendiri dan teringat Nara. Berapa kali aku memakai kata perlindungan untuk keputusan yang tidak ia minta?
Dito mendekat. “Kalau kamu menyeret ini ke forum, karier politik kampusmu selesai.”
“Mungkin itu harga yang harus dibayar.”
Ia tertawa. “Karena perempuan itu?”
“Karena benar.”
Namun bahkan saat mengatakannya, aku tahu Nara telah memaksaku melihat bahwa benar harus dipilih sebelum cinta menjadi alasan. Kalau aku hanya bertindak demi mendapatkannya kembali, aku masih menjadikan dia alibi.
Dito pergi dengan ancaman akan membuka seluruh komunikasi internal.
Aku menghubungi Kirana dari ponsel pribadi. Ia menemukan petugas keamanan yang menyimpan salinan rekaman CCTV sebelum server otomatis menghapus data tiga puluh hari. Video memperlihatkan koridor sekretariat malam pukul 22.16. Dito ma**k menggunakan kartu Kirana, membawa laptop, dan keluar empat belas menit kemudian.
Belum c**up membuktikan isi tindakannya, tetapi c**up menghubungkan akses.
Aku mengirim salinan kepada Dr. Ratna, Nara, dan penyimpanan eksternal. Tidak ada pesan pribadi tambahan. Tidak ada permintaan percaya.
Nara membalas dua kata: Sudah diterima.
Itu lebih dingin daripada kemarahan, tetapi setidaknya ia membuka pesan.
Selena membantu mencari metadata unggahan kontrak. Bima menelusuri pemilik rekening. Orang-orang yang sempat membuatku cemburu kini menjadi bagian dari pekerjaan yang tidak bisa kuselesaikan sendiri. Ironinya tidak hilang.
Malam itu aku duduk di tangga rektorat. Tempat yang dulu menjadi lokasi percakapan hujan kami kini kering dan sepi.
Kirana datang membawa kopi. “Kamu masih bisa mundur dari forum.”
“Tidak.”
“Dito punya banyak orang.”
“Aku juga pernah punya banyak orang. Itu yang membuatku mengira kontrol sama dengan kepemimpinan.”
Ia duduk. “Nara akan hadir?”
“Aku tidak tahu.”
“Kamu ingin dia hadir?”
“Tentu.”
“Sebagai auditor atau sebagai orang yang kamu cint**?”
Aku memandang lapangan.
“Sebagai siapa pun yang dia pilih.”
Kirana tersenyum tipis. “Akhirnya belajar.”
Ponselku berbunyi. File CCTV lengkap ma**k. Pada menit kedelapan, Dito membuka komputerku. Pada menit kesebelas, ia memotret layar kontrak. Pada menit ketiga belas, ia menyalin sesuatu ke perangkat.
Bukti itu bisa membersihkan tuduhan kebocoran dariku. Tetapi tidak membersihkan kesalahan membuat kontrak sejak awal.
Aku mengirim file kepada Nara dengan satu kalimat:
Gunakan ini sesukamu. Aku tidak akan bicara menggantikanmu.
Ia tidak membalas malam itu.
Namun pukul satu dini hari, Dr. Ratna mengirim jadwal forum terbuka. Nama pemapar utama tercantum paling atas:
Nara Wening Prameswari.
Aku menatap nama itu dan merasakan sesuatu yang bukan harapan untuk kembali.
Kebanggaan.
Besok, untuk pertama kali, tugasku bukan membuat semua orang mendengar aku.
Tugasku memastikan mereka tidak bisa membungkam dia.
Lanjutkan Membaca Bab 16 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!