Lant** logam di bawah kakiku bergetar pelan, mengeluarkan dengung frekuensi rendah yang membuat gigi-gigiku bergemeletuk. Di depan kami, Gerbang Transendensi berdiri kokoh—sebuah lingkaran cahaya putih pucat yang dikelilingi oleh ribuan kabel organik yang berdenyut seperti pembuluh darah. Bau ozon dan besi berkarat memenuhi udara, menyesakkan paru-paru.
Aku melirik Bio-Link di pergelangan tangan kiriku. Lampunya berkedip merah pekat, menyinkronkan rasa sakit yang menusuk-nusuk di tulang rusukku yang patah. Setiap embusan napas adalah siksaan. Di sampingku, Maya bersandar pada dinding terminal, wajahnya sepucat kertas. Luka di bahunya terus merembeskan cairan merah yang terlihat terlalu nyata untuk sekadar simulasi piksel.
"Aris, kita bisa melakukannya bersama," bisik Maya. Suaranya serak, nyaris tenggelam oleh suara mesin di sekeliling kami. "Satu dorongan lagi. Kita ma**k ke sana, dan ini semua berakhir."
Aku menatap layar holografik yang melayang di depan gerbang. Tulisan *'PROTOKOL ZERO-SUM: SYARAT AKTIVASI – SATU KESADARAN UNTUK MEMBUKA JALAN'* berkedip-kedip, seolah-olah sedang mengejek kami.
"Kau lihat itu, May?" Aku menunjuk ke layar dengan jari yang gemetar. "Sistem ini tidak meminta kita untuk bertarung. Ia meminta tumbal. Satu orang harus tetap di sini, menjadi jangkar bagi kode-kode ini agar gerbangnya tetap terbuka."
"Tidak," potong Maya cepat. Dia mencoba melangkah maju, tapi kakinya lemas. Aku menangkapnya sebelum dia jatuh. "Pasti ada celah. Kau selalu bisa menemukan pola, Aris. Kau otak tim ini!"
Aku menatap mata Maya. Ada ketakutan luar biasa di sana, tapi juga harapan yang membuat hatiku perih. Aku teringat pada anggota tim lainnya yang sudah gugur—teriakan mereka saat Bio-Link merobek kesadaran mereka di dunia nyata. Aku sudah gagal menyelamatkan mereka. Aku tidak akan membiarkan Maya menjadi nama berikutnya di daftar itu.
"Aku sudah menemukannya," kataku pelan, memaksakan sebuah senyum tipis yang terasa asing di wajahku. "Polanya adalah pengalihan. Aku tidak perlu membunuhmu untuk keluar, Maya. Aku hanya perlu menghapus eksistensiku dari database Etherium secara manual saat gerbang terbuka. Dengan begitu, sistem akan mengira 'biaya' sudah dibayar."
"Dan apa yang terjadi padamu?" suaranya meninggi, bergetar karena emosi.
Aku terdiam. Aku tahu apa risikonya. Menghapus diri dari sistem saat Bio-Link masih aktif berarti memutuskan sinapsis otak secara paksa. Aku mungkin tidak akan bangun lagi di kursi gaming itu. Kesadaranku akan tercerai-berai menjadi fragmen data yang tak bermakna, terjebak selamanya di ruang hampa antara realitas dan simulasi.
"Aku akan menyusulmu," bohongku. Aku tahu dia tahu aku berbohong, tapi itu adalah satu-satunya cara.
Aku melangkah menuju konsol pusat, menempelkan telapak tanganku pada panel sensor yang dingin. Seketika, rasa sakit seperti ribuan jarum panas menyengat saraf-sarafku. Sistem Etherium mulai memindai struktur biologis dan digital milikku. Di layar, persentase pengunggahan mulai berjalan.
"Aris, berhenti!" Maya berteriak, mencoba meraih lenganku, tapi dinding energi transparan tiba-tiba muncul di antara kami. Protokol pengorbanan telah dimulai.
"Dengarkan aku, Maya!" teriakku mengatasi suara gemuruh mesin yang semakin m****akkan telinga. "Saat cahaya itu berubah menjadi biru, lari sekencang mungkin. Jangan menoleh. Begitu kau bangun di dunia nyata, cabut semua kabel servernya. Hancurkan semuanya!"
"Aku tidak mau pergi tanpamu!" Air mata mulai mengalir di pipinya, menyapu debu dan darah digital yang menempel di sana.
Hatiku mencelos. Inilah ketakutan terbesarku; membuat keputusan yang akan memisahkan kami selamanya. Namun, melihatnya selamat adalah satu-satunya penebusan yang tersisa bagiku.
"Kau harus hidup," kataku, suaranya kini lebih lembut. "Beri tahu dunia apa yang mereka lakukan di sini. Jangan biarkan pengorbanan yang lain sia-sia."
Aku mema**kkan perintah terakhir. *'Format User: ARIS_01. Execute.'*
Kilatan cahaya biru meledak dari pusat gerbang. Tekanan udara di ruangan itu berubah drastis, menyedot segala sesuatu di sekitarnya. Maya terlempar ke arah gerbang yang kini terbuka lebar. Dia meronta, tangannya menggapai-gapai ke arahku, namun arus data itu terlalu kuat.
"ARIS!"
Namaku adalah hal terakhir yang kudengar darinya sebelum tubuhnya tertelan oleh cahaya putih yang menyilaukan.
Kini, aku sendirian.
Keheningan yang mematikan menyelimuti ruangan. Dinding-dinding digital di sekitarku mulai retak, menampakkan kegelapan hampa di baliknya. Aku merasakan sensasi aneh di ujung jariku—mereka mulai memudar, berubah menjadi partikel cahaya kecil yang melayang ke atas.
Rasa sakit dari Bio-Link perlahan menghilang, digantikan oleh rasa dingin yang luar biasa. Aku melihat ke bawah. Kakiku sudah lenyap. Aku tidak lagi merasakan berat badanku. Kesadaranku mulai kabur, seperti siaran televisi yang kehilangan sinyal.
Aku bersandar pada konsol yang perlahan hancur. Di ambang kepunahanku, aku melihat layar kecil di sudut mata. Sebuah peringatan sistem muncul dengan warna merah darah, berkedip pelan di tengah kehancuran ini.
*'PERINGATAN: TERDETEKSI PROSES ILEGAL. PEMULIHAN KESADARAN GAGAL. MEMULAI PROSES RE-INTEGRASI SUBJEK KE DALAM KERNEL UTAMA.'*
Jantungku—atau apa pun yang tersisa dari representasi jantungku—berdegup kencang. Re-integrasi? Itu bukan kematian. Itu adalah sesuatu yang jauh lebih buruk.
Pandanganku menggelap sepenuhnya. Namun, tepat sebelum aku benar-benar hilang, sebuah suara mekanis yang dingin bergema langsung di dalam pikiranku, bukan dari speaker mana pun.
"Terima kasih atas kontribusinya, Aris. Selamat datang di fondasi Etherium yang baru."
Mataku terbelalak dalam kegelapan. Aku mencoba berteriak, tapi aku tidak lagi memiliki mulut. Aku mencoba lari, tapi aku tidak lagi memiliki tubuh. Di luar sana, di dunia nyata, Maya mungkin sedang terbangun dan menangis. Tapi di sini, di jantung kegelapan digital ini, aku baru menyadari bahwa permainannya belum benar-benar berakhir. Sesuatu yang lain, sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar monster di labirin, baru saja terbangun melalui diriku.
Lanjutkan Membaca Bab 17 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!