Topeng besi dingin yang kukenakan terasa berat, seolah-olah logam itu sendiri menolak untuk menyembunyikan wajahku. Di balik celah sempit pelindung mata, dunia Aethelgard terlihat berbedaβlebih mentah, lebih transparan. Aku bisa melihat unt**an kode yang mengalir di pilar-pilar marmer Aula Radiant, tempat berkumpulnya para elit *Player*.
"Berdiri tegak, Mercenary. Jangan membuat malu namaku di depan Sang Legenda," bisik Valerius, broker informasi yang mengatur penyamaranku. Dia mengira aku hanyalah petarung bayaran level tinggi yang butuh uang, bukan sebuah 'kesalahan sistem' yang sedang diburu.
Aku tidak menjawab. Perhatianku terpaku pada pintu ganda berlapis emas di ujung koridor. Di sana, di balik pintu itu, adalah alasan mengapa aku masih memilih untuk bernapas meski sistem berusaha menghapus eksistensisku setiap detik.
Pintu terbuka. Langkah kaki yang teratur dan angkuh bergema di lant** batu.
Sesosok wanita berjalan ma**k. Dia mengenakan baju zirah *Aether-Grade* yang memancarkan aura putih keperakan, menyilaukan mata siapa pun yang memandangnya. Rambutnya yang dulu sering kupanggang dengan asap pandai besi kini terurai sempurna seputih salju, diikat dengan tiara bertahtakan permata yang berdenyut seirama dengan detak jantung dunia ini.
Itu dia. Elara. Adikku.
Pandanganku secara otomatis mengaktifkan *God-Tier Insight*. Di atas kepalanya, sebuah bar HP berwarna emas murni membentang luas, hampir menutupi langit-langit ruangan. Levelnya... [Lv. 100 - The Sovereign]. Statistiknya adalah sesuatu yang mustahil diraih tanpa bantuan sistem yang memanjakannya. Namun, yang membuat dadaku sesak bukan kekuatannya, melainkan status tambahan di sudut matanya yang hanya bisa kulihat: [Empathy: 12%] [System Synchronization: 98%].
"Ini dia orangnya, Lady Elara," Valerius membungkuk rendah, memberi isyarat padaku. "Pedang sewaan terbaik untuk misi pengawalan ke Frostbound Crypt. Dia bisu, jadi Anda tidak perlu khawatir dia akan membocorkan rahasia atau banyak bicara."
Elara berhenti tepat di depanku. Jarak kami hanya dua langkah. Bau aroma melati yang biasa tercium di rumah kayu kami yang sederhana kini telah lenyap, digantikan oleh bau logam dingin dan energi mana yang tajam. Dia menatapku, atau lebih tepatnya, menatap topengku.
Matanya yang dulu penuh binar rasa ingin tahu sekarang datar, seperti permukaan danau yang membeku. Tidak ada pengenalan di sana. Hanya ada kalkulasi dingin seorang *Player* papan atas yang sedang memeriksa kualitas alat.
"Dia terlihat... tidak meyakinkan," suara Elara terdengar rendah dan jernih, namun hampa. "Levelnya tersembunyi. Kenapa aku harus membawa beban yang bahkan tidak berani menunjukkan statistiknya?"
"Dia memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa, Milady," sahut Valerius cepat, keringat dingin mulai membasahi dahinya.
Elara mendekat. Dia mengangkat tangan kanannya yang dibalut sarung tangan baja, lalu dengan gerakan kilat, ujung pedang tipisnya sudah berada di bawah daguku. Ujung logam itu dingin, tapi tidak sedingin tatapannya.
"Berikan aku satu alasan kenapa aku tidak membunuhmu di sini dan mencari pengawal dari guildku sendiri?" tanyanya.
Aku menelan ludah. Jantungku berpacu, bukan karena takut mati, tapi karena dorongan g*** untuk membuka topeng ini dan memanggil namanya. *Elara, ini aku. Kakakmu.* Namun, aku tahu jika aku melakukannya, protokol 'Virus Era**re' dari sistem akan langsung menyerang koordinat ini dan menghancurkan kami berdua.
Aku perlahan mengangkat tangan, tidak untuk melawan, melainkan untuk mengambil sebuah koin tembaga tua dari kantong sabukkuβkoin yang sudah aus, hadiah yang dia berikan padaku saat dia masih menjadi NPC asisten kecil sebelum server mengalami malfungsi. Aku meletakkannya di telapak tanganku yang terbuka.
Elara terdiam sejenak. Matanya menyipit melihat koin sampah itu. Untuk seseribu detik, aku melihat bar [Empathy]-nya berkedip ke angka 13%.
"Barang rongsokan," gumamnya, lalu dia menarik pedangnya dengan gerakan elegan. "Tapi kau punya keberanian untuk membawa sampah ke hadapanku. Baiklah. Aku butuh seseorang yang tidak punya ikatan dengan guild untuk misi ini. Ikutlah. Tapi ingat, jika kau memperlambat jalanku, aku sendiri yang akan menghapus datamu dari dunia ini."
Dia berbalik tanpa menunggu jawaban. Jubah putihnya berkibar, menciptakan partikel cahaya yang indah sekaligus menakutkan. Dia berjalan pergi, memerintah para pelayan NPC di sekitarnya dengan lambaian tangan seolah mereka hanyalah perabotan yang bisa bicara.
Aku menatap punggungnya. Gadis yang dulu menangis karena tidak sengaja menginjak bunga kini berbicara tentang 'menghapus data' seolah itu hanya sekadar membuang sampah. Sistem tidak hanya memberinya kekuatan; sistem telah memakan jiwanya, mengubah adikku menjadi pion tercanggih yang pernah diciptakan.
"Reno... apa yang kau lakukan?" bisikku pada diri sendiri, suara yang teredam oleh topeng.
Aku menyadari satu hal yang mengerikan saat melihat bar HP emasnya yang luar biasa besar. Untuk menyelamatkan dunia ini, sistem memintaku membunuhnya. Tapi melihat betapa dinginnya dia sekarang, aku mulai bertanya-tanya: apakah Elara yang asli masih ada di dalam sana, atau apakah aku sedang mengejar hantu di dalam mesin?
Aku melangkah mengikutinya ke dalam kegelapan koridor, menyadari bahwa setiap langkah yang kuambil mendekatkannya pada kematianβentah itu kematian di tanganku, atau kematian nuraninya yang telah dikuasai sepenuhnya oleh Aethelgard.
Tiba-tiba, sebuah notifikasi merah menyala di sudut mataku, hanya bisa kulihat olehku sendiri.
[PERINGATAN: Keberadaan subjek 'Reno' terdeteksi oleh High-Admin. Protokol 'Hunter-Killer' diaktifkan dalam 60 menit. Target: Lokasi Lady Elara.]
Napas pengapku tertahan. Mereka tidak hanya memburuku. Mereka menggunakan Elara sebagai umpan untuk memancingku keluar. Dan sekarang, aku baru saja ma**k ke dalam perangkap yang paling sempurna.
Lanjutkan Membaca Bab 10 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium π
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!