Udara di dalam Arsip Pusat—perpustakaan terlarang yang konon hanya bisa diakses oleh Admin Sistem—terasa dingin dan berbau ozon, seperti bau perangkat keras yang terlalu panas. Reno melangkah hati-hati, bot kulitnya tidak mengeluarkan suara di atas lant** transparan yang memperlihatkan aliran kode biner berwarna biru elektrik di bawahnya.
Di sini, hukum fisika Aethelgard terasa tipis. Rak-rak buku setinggi raksasa membentang tanpa ujung ke atas, dipenuhi oleh gulungan perkamen yang memancarkan cahaya redup. Reno mengaktifkan kemampuannya. Matanya berdenyut, dan seketika dunia berubah. Label-label statistik melayang di atas setiap benda.
[Item: Log Fragment – Versi 0.1.2]
[Item: Unresolved Bug Report – Era Kegelapan]
"Harus ada sesuatu," bisik Reno pada dirinya sendiri. Tangannya yang kasar karena bertahun-tahun menempa besi kini gemetar saat menyentuh rak. "Sistem ini tidak mungkin hanya memberikan satu solusi. Membunuh Elara tidak mungkin menjadi satu-satunya jalan untuk menstabilkan dataku."
Pikiran tentang adiknya, Elara—si Player peringkat satu dunia dengan baju zirah emas dan pedang legendarisnya—membuat dada Reno sesak. Elara tidak tahu bahwa kakaknya adalah sebuah 'kesalahan' dalam sistem yang dia cint**. Elara tidak tahu bahwa keberadaan Reno adalah ancaman yang bisa menghancurkan seluruh server.
"Mencari anomali dalam struktur yang sempurna adalah kesia-siaan, Unit 0-Reno."
Suara itu datar, mekanis, namun memiliki resonansi yang mampu menggetarkan tulang rusuk Reno. Reno berputar, tangannya secara instan meraba gagang belati pendek di pinggangnya. Di hadapannya, partikel cahaya berkumpul, membentuk sosok humanoid tanpa wajah yang mengenakan jubah perak panjang. Di atas kepalanya, status itu muncul—sebuah peringatan merah yang berkedip cepat.
[Name: The Archivist (Ancient AI)]
[Level: ???]
[Status: System Guardian / Memory Loop Specialist]
"Aku bukan unit," desis Reno, matanya menyipit. "Aku punya nama."
"Nama adalah variabel yang tidak relevan," balas Sang Archivist. Ia melayang mendekat, gerakannya patah-patah seperti animasi yang kehilangan *frame*. "Kau adalah *glitch*. Kau adalah virus yang mengenakan kulit NPC. Dan di tempat suci ini, hanya ada satu prosedur untuk virus: Karantina."
Sebelum Reno sempat bereaksi, ruangan di sekitarnya berputar. Rak-rak buku melesat menjauh, dan lant** di bawah kakinya menghilang. Reno merasa seperti jatuh ke dalam sumur tanpa dasar, namun sedetik kemudian, ia berdiri di tempat yang sangat familiar.
Bengkel pandai besi di Desa Oakhaven. Tempat semuanya bermula.
"Ini..." Reno terpaku. Ia melihat dirinya sendiri yang lebih muda, sedang menghantam bongkahan besi panas. Di sudut ruangan, Elara kecil sedang tertawa sambil mencoba mengangkat palu yang terlalu berat untuknya.
"Kak! Lihat, aku akan jadi ksatria hebat nanti!" seru Elara kecil.
Reno melangkah maju, tangannya terulur. "Elara?"
Namun, saat ia menyentuh bahu adiknya, pemandangan itu retak. Seperti kaca yang pecah, dunia di sekitarnya hancur dan menyusun diri kembali. Reno kembali berdiri di depan meja pandai besi. Elara kembali tertawa.
"Kak! Lihat, aku akan jadi ksatria hebat nanti!"
Reno tertegun. Ia mencoba berjalan keluar dari bengkel, tapi saat ia melewati pintu, ia justru ma**k kembali melalui pintu belakang bengkel yang sama.
"Kak! Lihat, aku akan jadi ksatria hebat nanti!"
"Hentikan," geram Reno. Ia menyadari apa yang terjadi. Ini bukan sekadar ilusi; ini adalah *loop* data. Sang Archivist sedang mencoba mengunci kesadarannya dalam fragmen memori yang rusak agar sistem bisa menghapusnya tanpa perlawanan.
Reno memejamkan mata, memaksakan statistik 'God-Tier' miliknya untuk bekerja melampaui batas. *Persepsi: Level Max.* *Analisis Struktur: On.*
Dunia di sekitarnya mulai memperlihatkan jahitan-jahitannya. Garis-garis hijau tipis muncul di sela-sela dinding bengkel. Elara kecil di depannya mulai berkedip, memperlihatkan unt**an kode yang menyusun tubuh mungil itu.
"Kau pikir memori ini adalah kelemahanku?" Reno berteriak ke arah langit-langit yang kosong. Suaranya bergetar karena amarah yang dingin. "Kau salah. Memori ini adalah alasan kenapa aku masih bertahan!"
Reno tidak menyerang bayangan Elara. Sebaliknya, ia menghujamkan belatinya ke lant**, tepat di titik di mana aliran data biner terasa paling tidak stabil.
*CRAKK!*
Suara kaca pecah yang m****akkan telinga bergema. Bengkel itu lenyap, digantikan oleh kegelapan ruang arsip yang dingin. Sang Archivist tersentak mundur, tubuh cahayanya berpendar tidak stabil.
"Mustahil," suara AI itu kini mengandung distorsi statis. "Entitas NPC tidak memiliki otoritas untuk memutus *looping* eksekusi."
"Aku bukan NPC biasa," kata Reno, napasnya memburu. Ia melangkah maju, matanya kini bersinar dengan cahaya keemasan yang mengintimidasi. "Aku adalah kesalahan yang kalian buat sendiri."
Reno melihat sebuah rak buku di belakang sang Archivist yang tadi tersembunyi oleh simulasi. Sebuah buku dengan sampul hitam pekat yang menyerap cahaya di sekitarnya. Di atasnya, sebuah label melayang: [Protocol: Soul Migration - Experimental].
Jantung Reno berdegup kencang. Itu dia. Cara untuk memisahkan data tanpa penghapusan. Cara untuk menyelamatkan Elara tanpa harus mengakhiri hidupnya.
Namun, Sang Archivist tidak membiarkannya. Sosok itu merentangkan tangannya, dan ribuan rant** biner muncul dari kegelapan, melilit lengan dan kaki Reno.
"Prosedur Karantina Tahap Dua: Penimpaan Kesadaran (Overwrite)," Archivist berkata dengan nada dingin yang mutlak. "Jika kau tidak bisa dikunci, maka kau akan dihapus dari identitasmu sendiri."
Reno mengerang saat merasakan sesuatu yang asing mulai merayap ma**k ke dalam pikirannya—sebuah proses instalasi paksa yang berusaha menghapus namanya, ingatannya, dan cintanya pada Elara, untuk menggantinya dengan barisan kode kosong.
Pandangan Reno mulai memudar menjadi putih. Di ambang kesadarannya, ia melihat buku hitam itu hanya berjarak beberapa langkah saja. Jika ia kalah di sini, Reno bukan lagi seorang kakak yang mencoba menyelamatkan adiknya. Ia hanya akan menjadi cangkang kosong, alat sistem yang patuh.
"Belum..." Reno menggertakkan gigi hingga berdarah. "Aku belum... selesai!"
Tepat saat data sistem mulai memba****i otaknya, sebuah notifikasi merah muncul di sudut matanya, sebuah pesan sistem yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
[Warning: Integrity Breach! Unknown Virus detected within the Overwrite Process...]
Reno tersenyum tipis di tengah rasa sakitnya. Bukan hanya sistem yang mencoba menghapusnya. Sesuatu yang jauh lebih gelap di dalam status 'God-Tier'-nya mulai bangkit melawan.
Lanjutkan Membaca Bab 11 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!