Layar antarmuka di depan mataku berkedip merah terang, mengirimkan denyut peringatan yang m****akkan telinga. *[WARNING: TARGET CORRUPTION LEVEL 99%. ELIMINATE IMMEDIATELY].* Cahaya neon dari gerbang Core di belakang Reno memantul di atas pedang perakku, *Aetherius*, membuatnya tampak seperti taring dewa yang haus darah. Namun, tanganku yang memegang gagang pedang itu gemetar hebat.
"Berhenti, Reno," suaraku pecah, bergema di aula kosong yang dindingnya terdiri dari barisan kode biner yang terus mengalir. "Satu langkah lagi, dan sistem akan mengaktifkan protokol penghapusan total. Aku tidak bisa melindungimu lagi."
Reno berdiri di sana, hanya beberapa meter dari pusat saraf Aethelgard. Dia tidak mengenakan zirah legendaris sepertiku. Dia hanya memakai kemeja linen kasar khas asisten pandai besi yang sudah robek di bagian bahu. Wajahnya tenangβterlalu tenang untuk seseorang yang sedang diburu oleh seluruh dunia. Di atas kepalanya, bar kesehatan miliknya tidak lagi menunjukkan angka, melainkan simbol *glitch* yang bergetar tak menentu.
"Kau masih memercayai kotak teks yang melayang di matamu itu, Elara?" Reno bertanya pelan. Suaranya tidak terdengar seperti 'Malicious Entity' yang didengungkan sistem di telingaku. Itu adalah suara kakakku. Suara yang dulu sering menghiburku saat aku menangis karena kehilangan *item* langka di level awal.
"Sistem tidak pernah salah! Kau adalah anomali, Reno! Jika kau menyentuh Core, seluruh dunia ini akan *crash*!" aku berteriak, lebih untuk meyakinkan diriku sendiri daripada dirinya. Aku menerjang maju. Kecepatanku sebagai Player peringkat satu adalah sesuatu yang mustahil diikuti oleh mata NPC mana pun. Dalam sekejap, ujung pedangku sudah berada satu inci dari tenggorokannya.
Reno tidak menghindar. Dia bahkan tidak berkedip.
"Bunuh aku kalau begitu," tantangnya. Matanya yang gelap menatap langsung ke dalam mataku, menembus lapisan HUD dan statistik yang menutupi pandanganku. "Lakukan tugasmu sebagai 'Hero'. Bukankah itu yang diprogramkan untukmu?"
"Diam!" aku mengayunkan pedangku, bukan untuk membunuh, tapi untuk melumpuhkannya. Seranganku seharusnya memicu efek *stun* yang akan membekukan gerakannya.
Namun, sesuatu yang aneh terjadi. Saat bilah *Aetherius* mengiris lengan atasnya, aku tidak melihat partikel cahaya biru atau efek 'System Shock' yang biasa muncul saat seorang NPC terkena serangan kritikal.
Yang kulihat adalah darah. Merah, kental, dan panas.
Darah itu memercik ke pipiku, dan bau anyir yang sangat nyata menusuk hidungku. Reno tersentak, wajahnya mengernyit menahan sakit, tapi dia tetap berdiri tegak. Dia membiarkan pedangku merobek dagingnya tanpa perlawanan sedikit pun.
"Kenapa..." Bisikku, kakiku terasa lemas. "Kenapa kau tidak menghindar? Kau punya status God-Tier! Kau bisa membunuhku dalam sekali pukul!"
Reno memegang lengan yang terluka, cairan merah itu merembes di sela-selari jarinya. Dia melangkah maju, membiarkan ujung pedangku semakin dalam terbenam di pundaknya. "Karena aku ingin kau melihat ini, Elara. Lihat darah ini. Apakah ini terlihat seperti kode yang rusak bagimu? Apakah rasa sakit yang kurasakan ini hanya sebuah simulasi?"
Aku mundur selangkah, melepaskan pegangan pada pedangku yang masih menancap di bahunya. Pemandangan itu mengerikan. Di duniaku, di dunia Player, kematian adalah kehilangan poin pengalaman dan *respawn* di kota terdekat. Tapi luka di depan mataku ini... ini adalah sesuatu yang permanen. Sesuatu yang nyata.
"Sistem bilang kau hanya data yang gagal..." suaraku nyaris tak terdengar.
"Sistem membohongimu karena dia takut," Reno melangkah mendekat, mengabaikan pedang yang terjatuh dari bahunya ke lant** kristal dengan bunyi denting yang memilukan. "Dia takut pada sesuatu yang tidak bisa dia kendalikan. Dia ingin kau, satu-satunya orang yang kusayangi, menjadi algojoku. Karena jika kau yang melakukannya, aku tidak akan melawan."
Reno mengulurkan tangannya yang bersimbah darah, mencoba menyentuh wajahku. Aku ingin menghindar, aku ingin lari, tapi tubuhku terpaku. Saat jemarinya yang kasar menyentuh kulitku, sebuah notifikasi muncul di sudut penglihatanku. Bukan peringatan bahaya, tapi sebuah pesan sistem yang belum pernah kulihat sebelumnya:
*[EMOTIONAL SYNC DETECTED: 100%. CRITICAL ERROR IN LOGIC GATE.]*
Tiba-tiba, seluruh ruangan bergetar. Cahaya biru di gerbang Core berubah menjadi merah darah, selaras dengan warna luka Reno. Alarm meraung jauh lebih keras dari sebelumnya, namun kali ini bunyinya bukan berasal dari sistem di kepalaku, melainkan dari fondasi dunia itu sendiri.
"Mereka datang," bisik Reno, matanya beralih ke pintu ma**k aula yang kini mulai retak oleh tekanan digital yang masif.
"Siapa?" tanyaku panik, memungut kembali pedangku meski tanganku masih berlumuran darah kakakku sendiri.
"Penghapus," jawab Reno dingin. "Mereka sadar kau tidak bisa membunuhku. Sekarang, mereka akan menghapus kita berdua."
Di ujung aula, ruang hampa mulai terbuka, menelan tekstur lant** dan dinding, meninggalkan lubang hitam tak berdasar yang bergerak maju seperti gelombang pasang. Aku menatap Reno, lalu menatap kehampaan yang mendekat. Untuk pertama kalinya sejak aku mema**ki Aethelgard, aku tidak lagi merasa seperti seorang Player yang sedang bermain game. Aku merasa seperti seekor tikus yang terperangkap di dalam mesin yang sedang meledak.
"Pegang tanganku, Elara," instruksi Reno, suaranya kembali tenang meski keringat dingin mengucur di dahinya. "Kita tidak akan membiarkan mereka menghapus kita. Kita akan meretas jalan keluar dari sini."
Aku ragu sejenak, melihat bar kesehatannya yang terus menurun akibat luka yang kuberikan. Jika aku mengikutinya, aku akan dicap sebagai pengkhianat oleh seluruh komunitas Player. Aku akan kehilangan segalanyaβperingkatku, kejayaanku, duniaku.
Namun, saat aku menatap matanya yang penuh luka, aku tahu bahwa dunia ini hanyalah kebohongan yang indah. Dan darah di tanganku adalah satu-satunya kejujuran yang tersisa.
Aku meraih tangannya tepat saat kehampaan itu menelan kaki kami. Di saat yang sama, layar UI-ku meledak menjadi ribuan fragmen cahaya, dan sebuah suara mekanis yang berat menggema dari segala arah.
*[FORCE RESET INITIATED. UNINSTALLING ASSET: ELARA. UNINSTALLING ASSET: RENO.]*
Dunia di sekitar kami menjadi gelap gulita, tapi genggaman tangan Reno justru semakin erat, menarikku ma**k ke dalam kegelapan yang seharusnya menjadi akhir dari segalanya. Namun, jauh di lubuk hatiku, aku tahu ini hanyalah sebuah awal yang baruβatau kehancuran yang lebih besar.
Lanjutkan Membaca Bab 18 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium π
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!