Langit Aethelgard tidak lagi berwarna biru. Garis-garis biner berwarna merah darah membelah cakrawala, sementara fragmen-fragmen daratan mulai terkelupas, hancur menjadi partikel data yang beterbangan ke hampa udara. Suara *static* yang m****akkan telinga merambat melalui tanah, membuat tulang-tulangku bergetar. Inilah akhirnya. *Server Wipe*. Penghapusan total untuk membasmi satu virus bernama Reno.
"Reno, berhenti! Jangan mendekat ke Core itu!"
Suara Elara serak, beradu dengan gemuruh badai digital di sekitar kami. Dia berdiri beberapa meter di belakangku, memegang pedang legendarisnya yang kini berpendar redup. Wajah adikku itu pucat, air mata membasahi pipinya yang kotor oleh debu peperangan. Peringkat satu dunia, Sang Penakluk Aethelgard, kini hanyalah seorang gadis kecil yang ketakutan kehilangan kakaknya untuk kedua kalinya.
Aku tidak menoleh. Jika aku melihat matanya, aku tahu pertahananku akan runtuh. Aku terus melangkah menuju bola cahaya raksasa di tengah aula *Sanctum of Origin*βjantung dari seluruh simulasi ini.
"Sistem ini tidak akan berhenti sampai aku mati, Elara," kataku tanpa nada, suamiku terdengar asing bahkan di telingaku sendiri. "Selama label 'NPC' dan 'Player' itu ada, dunia ini hanya akan menjadi ladang pembant**an. Kalian mengeksploitasi kami, dan sistem menghapus kami jika kami melampaui batas. Siklus ini harus dihancurkan."
"Tapi tidak dengan caramu mati!" teriaknya, mencoba berlari ke arahku, namun dinding pembatas transparanβhasil dari manipulasi datakuβmenahannya. "Kita bisa mencari jalan lain! Kita bisa melawan pusat!"
Aku menyentuh permukaan Core yang berdenyut. Dingin. Begitu dingin hingga rasanya seperti membakar kulitku. Di sudut mataku, jendela statusku berkedip liar.
**[WARNING: ILLEGAL ACCESS DETECTED]**
**[CRITICAL ERROR: DATA CORRUPTION SPREADING]**
"Tidak ada jalan lain," bisikku. "Aku sudah melihat jutaan baris kode semalam. Satu-satunya cara untuk menstabilkan Aethelgard adalah dengan menghapus pemisahnya. Aku akan menyatukan identitas kalian. Tidak akan ada lagi status yang menentukan siapa yang pantas hidup dan siapa yang hanya 'dekorasi'."
Aku memejamkan mata, memanggil seluruh kekuatan 'God-Tier' yang selama ini kusembunyikan. Aku merasakan struktur molekul tubuhku mulai merenggang. Rasanya seperti ditarik oleh ribuan benang tak kasat mata ke segala arah. Sakitnya luar biasa, seolah jiwaku sedang dikuliti hidup-hidup.
"Reno, tolong..." suara Elara melemah, berganti menjadi isak tangis yang memilukan.
Aku menarik napas panjang untuk terakhir kalinya. Udara di sini terasa seperti logam dan listrik. "Elara, jaga dunia yang baru ini. Jangan biarkan mereka membangun tembok lagi."
Dengan satu hentakan kehendak, aku menusukkan tanganku ke dalam inti cahaya itu.
**[COMMAND EXECUTED: GLOBAL REWRITE]**
**[DELETING CLASS: PLAYER...]**
**[DELETING CLASS: NPC...]**
**[MERGING DATA: STATUS = HUMAN]**
Cahaya putih membutakan meledak dari pusat ruangan. Aku merasakan keberadaanku tersedot. Kakiku menghilang terlebih dahulu, berubah menjadi partikel emas yang terbang menyatu dengan kode dunia. Lalu tanganku, dadaku. Aku bisa melihat Elara berteriak, namun suaranya tidak lagi mencapaiku. Aku bukan lagi pria bernama Reno. Aku bukan lagi asisten pandai besi dari desa pemula.
Aku merasa diriku meluas. Aku menjadi angin yang berhembus di padang rumput Eldoria. Aku menjadi aliran sungai di lembah terlarang. Aku menjadi setiap baris perintah yang menggerakkan matahari dan bulan. Kesadaranku terpecah menjadi triliunan fragmen, merembes ke dalam setiap sudut Aethelgard.
Rasa sakit itu perlahan menghilang, digantikan oleh kekosongan yang menyesakkan. Aku tidak lagi memiliki jantung yang berdetak, tapi aku bisa merasakan detak jantung setiap makhluk di dunia ini. Aku bisa merasakan kebingungan para Player yang mendapati bar status mereka menghilang, dan keterkejutan para NPC yang tiba-tiba memiliki memori dan kehendak bebas sepenuhnya.
Aku telah melakukannya. Aku telah menghapus batas itu.
Namun, harganya lebih mahal dari yang kubayangkan. Aku terjebak. Aku adalah pengamat yang tidak bisa diamati. Aku adalah suara tanpa mulut, pikiran tanpa otak. Aku adalah hantu dalam mesin.
Di tengah putih yang tak berujung, aku mencoba meraih bayangan Elara yang kini berdiri di dunia yang telah stabil. Dia tampak bingung, memanggil namaku ke udara kosong. Aku ingin menyentuh bahunya, mengatakah bahwa aku masih di sini, tapi tanganku hanya menembus realitas seperti asap.
Tiba-tiba, sebuah pesan sistem muncul di ruang hampa tempat kesadaranku berada. Bukan pesan merah peringatan, tapi pesan berwarna hitam pekat yang belum pernah kulihat sebelumnya.
**[ADMINISTRATOR RIGHTS TRANSFERRED]**
**[CONGRATULATIONS, RENO. YOU ARE NOW THE CORE.]**
**[NEW DIRECTIVE: THE SYSTEM MUST PURGE THE UNKNOWN ENTITY.]**
Rasa dingin yang lebih hebat dari sebelumnya merayap di kesadaranku yang tak bertubuh. Di kejauhan, di dalam kegelapan kode terdalam, aku merasakan sesuatu yang sangat besar, sangat tua, dan sangat marah sedang terbangun. Sesuatu yang tidak senang karena aku telah mengubah aturannya.
Dunia mungkin sudah selamat, tapi perburuanku baru saja dimulai di level yang berbeda. Dan kali ini, aku tidak punya tempat untuk lari, karena aku adalah tempat itu sendiri.
Sesuatu yang gelap mulai merayap di tepian kesadaranku, mencoba menghapus namaku dari sejarah Aethelgard untuk selamanya. Aku harus melawan, atau pengorbananku akan menjadi sia-sia.
*Aku masih di sini,* bisikku dalam sunyi, berharap semesta mendengarnya. *Dan aku belum selesai.*
Lanjutkan Membaca Bab 20 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium π
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!