Cahaya keemasan menyapu seluruh aula Temple of Aethel-Light, memantul di permukaan lant** marmer yang sehalus cermin. Di tengah keheningan yang agung itu, Elara berlutut dengan satu kaki. Napasnya tersengal, pendek dan berat, sementara keringat dingin mengucur dari pelipisnya, melewati pipi yang kemerahan akibat pertempuran panjang. Di depannya, jasad sang Penjaga Suci—sebuah entitas armor kosong setinggi tiga meter—perlahan-lahan luruh menjadi partikel cahaya biru yang melayang ke udara.
Tangan Elara yang terbungkus sarung tangan baja berwarna putih gading masih gemetar. Dia mencengkeram gagang pedang *Aurelian*, pedang legendaris yang memancarkan aura suci yang menenangkan.
"Sedikit lagi," bisiknya pada diri sendiri. Suaranya serak, bergema di langit-langit katedral yang tinggi.
Sebuah jendela notifikasi transparan muncul di hadapannya, bersinar lebih terang dari biasanya.
**[QUEST CLEAR: Trial of the First Light]**
**[Reward: Class Evolution – 'Saintly Vanguard' has been upgraded to 'Divine Arbiter']**
**[World Ranking: Rank 1 – Confirmed]**
Elara memejamkan mata sejenak, membiarkan energi hangat mengalir ke dalam tubuhnya, menutup luka-luka kecil dan memulihkan staminanya secara instan. Ini adalah puncaknya. Dia telah mencapai apa yang diimpikan oleh jutaan 'Player' di seluruh Aethelgard. Dia adalah sang pahlawan, ujung tombak kemanusiaan, sosok yang diagungkan oleh para bangsawan dan ditakuti oleh monster.
Namun, di balik kegemilangan itu, pikirannya justru melayang jauh ke pinggiran kota Oakhaven. Dia membayangkan wajah Reno, kakaknya yang selalu terlihat lesu namun memiliki tatapan yang hangat. Reno yang selalu memastikan perlengkapan Elara dalam kondisi terbaik sebelum dia berangkat bertualang. Reno yang hanya seorang NPC asisten pandai besi, yang hidupnya terjebak dalam rutinitas tanpa akhir.
"Aku akan segera menjemputmu, Kak," gumam Elara. Senyum tipis terukir di wajahnya yang letih. "Dengan otoritas ini, aku bisa membelikanmu rumah di pusat kota. Kamu tidak perlu lagi bekerja sampai tanganmu kapalan di bengkel tua itu."
Tiba-tiba, kehangatan di dalam ruangan itu lenyap. Cahaya keemasan yang semula menenangkan mendadak berkedip-kedip gelisah. Udara di sekitarnya mendingin secara drastis, membuat bulu kuduk Elara meremang. Di tengah katedral, ruang hampa seolah terobek, memunculkan distorsi visual yang menyerupai statik televisi yang rusak.
Elara berdiri dengan sigap, tangannya secara instingtif menggenggam pedang. "Siapa di sana? Penjaga tambahan?"
Tidak ada jawaban suara. Sebagai gantinya, sebuah jendela sistem baru muncul tepat di depan matanya. Namun, ini berbeda. Warnanya bukan emas atau biru, melainkan merah darah yang berdenyut, seolah-olah sistem itu sendiri sedang mengalami pendarahan.
**[WARNING: SYSTEM CRITICAL ERROR DETECTED]**
**[Threat Level: World-Ender (Anomaly)]**
**[Objective: Neutralize the 'Glitched Entity' – Code Name: The Virus]**
Mata Elara membelalak. Dia belum pernah melihat pemberitahuan seperti ini. Level ancaman *World-Ender*? Bahkan naga kuno di Pegunungan Utara hanya dikategorikan sebagai *Calamity*.
"Sistem? Berikan rincian target," perintah Elara dengan suara tegas, mencoba menekan kecemasan yang merayap di dadanya.
Layar merah itu bergetar, menampilkan sebuah siluet buram yang terbungkus oleh kode-kode eror yang berantakan. Sosok itu tampak seperti manusia biasa, tanpa armor megah atau senjata raksasa. Namun, di sekitar sosok itu, hukum fisika dunia Aethelgard tampak hancur. Tanah yang dipijaknya retak menjadi tumpukan data mentah.
**[Target Location: Sector 7 – Oakhaven Borders]**
**[Description: An NPC has bypassed the fundamental logic of Aethelgard. This entity is consuming the world's data and must be erased to prevent a complete server collapse.]**
Jantung Elara berdegup kencang. *Oakhaven?* Itu adalah tempat kakaknya berada. Jika ada entitas berbahaya seperti itu di sana, Reno berada dalam bahaya besar.
"Hapus entitas ini, dan kau akan mengukuhkan statusmu sebagai satu-satunya Penjaga Keseimbangan," suara sistem bergema langsung di dalam kepalanya, kali ini lebih dingin dan otoriter, nyaris seperti suara mesin yang tak memiliki jiwa.
"Jika dia berbahaya bagi dunia... dan bagi warga sipil di sana..." Elara memperkuat genggamannya pada *Aurelian*. Kilat tekad muncul di matanya yang berwarna biru langit. Dia tidak akan membiarkan apa pun menghancurkan dunia yang telah dia perjuangkan, terutama tempat di mana satu-satunya keluarganya tinggal.
"Aku terima quest ini," ucap Elara mantap.
**[Quest Accepted: The Great Era**re]**
**[Special Skill Granted: 'Eyes of the Truth' – Identify the Glitch disguised as Flesh]**
Sebuah koordinat muncul di peta mininya, berkedip-kedip dengan warna merah yang mengancam. Elara berbalik, jubah putihnya berkibar saat dia berjalan cepat meninggalkan katedral. Dia tidak tahu bahwa 'Virus' yang diburu oleh sistem adalah orang yang sama yang fotonya selalu dia simpan di dalam liontin di lehernya.
Di luar, langit Aethelgard yang biasanya cerah kini mulai tertutup awan mendung berwarna ungu gelap yang tidak alami. Petir hitam menyambar di kejauhan, menandakan bahwa dunia sedang bereaksi terhadap sesuatu yang dianggapnya sebagai racun.
"Bertahanlah, Kak Reno," bisik Elara sambil memacu langkahnya. "Aku akan datang menyelamatkanmu setelah aku menghancurkan monster ini."
Dia tidak menyadari bahwa kali ini, pedang sucinya tidak diarahkan untuk melindungi keluarganya, melainkan tepat ke arah jantung kakaknya sendiri. Sementara itu, di kejauhan, sistem terus berbisik, memandu sang Pahlawan menuju eksekusi yang telah diprogramkan.
Lanjutkan Membaca Bab 6 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!