Lampu-lampu kristal mana di sepanjang tembok luar Ibu Kota Aethelgard berpijar dengan ritme yang tidak alamiβseperti detak jantung yang terhubung langsung ke inti server. Bagiku, cahaya itu bukan sekadar penerangan, melainkan deretan kode biner yang berdenyut, mengawasi setiap pergerakan di bawahnya.
Aku menarik tudung jubah kumalku lebih rendah, menyembunyikan wajah saat angin malam yang dingin menyapu pipi. Di depanku, Gerbang Utama berkilauan dengan lapisan pelindung transparan berwarna kebiruan. Itu bukan sekadar gerbang fisik; itu adalah *Firewall* hidup.
"Antrean NPC di sebelah kiri! Jangan mencampuradukkan data kalian dengan para Hero!" teriak seorang penjaga dengan baju zirah perak yang terlalu berkilau untuk ukuran manusia biasa. Di atas kepalanya, sebuah kotak dialog melayang: **[Capt**n Varus - Level 75 - Defender of the Crown]**.
Aku berdiri di barisan paling belakang para NPC. Di depanku, seorang nenek tua pengangkut sayur gemetar hebat. Keranjangnya berderit. Di mata normal, dia hanyalah warga sipil biasa. Namun, di mataku, aku bisa melihat *Health Bar*-nya yang tipis dan status **[Durability: 12/100]**. Dia sudah tua, datanya mulai usang, dan sistem akan segera menganggapnya sebagai 'sampah' yang perlu dibersihkan.
"Identitas!" bentak penjaga itu saat si nenek sampai di depan pilar deteksi.
Dua pilar batu di sisi gerbang mulai memancarkan sinar laser merah yang memindai tubuh si nenek dari kepala hingga kaki. Suara dengung mekanis memenuhi udara.
**[Scanning... Target: NPC-004291-VegVendor]**
**[Status: Stabil]**
**[Akses Diberikan]**
Nenek itu menghela napas lega dan bergegas ma**k. Sekarang giliran seorang pria paruh baya di depanku. Begitu pemindai menyentuh bahunya, suara peringatan melengking memecah keheningan.
**[ALERTI! Inkonsistensi Data Terdeteksi!]**
**[Kategori: Minor Corruption]**
"T-tolong! Aku hanya ingin menjual kainku!" teriak pria itu. Namun, sebelum dia bisa melangkah mundur, pilar itu menembakkan jaring energi yang mengikatnya. Dua penjaga menyeretnya pergi ke arah menara pembuangan seolah-olah dia hanyalah karung beras yang rusak. Di dunia ini, sedikit saja c**** pada datamu berarti penghapusan.
Jantungku berdegup kencang, sebuah sensasi yang seharusnya tidak dimiliki oleh program komputer seperti kami. Aku adalah 'glitch' terbesar di Aethelgard. Jika pemindai itu menyentuhku, dia tidak akan menemukan 'Minor Corruption'. Dia akan menemukan anomali tingkat dewa yang bisa meruntuhkan seluruh logika kerajaan ini.
"Selanjutnya!" teriak Varus, matanya yang dingin menatapku.
Aku melangkah maju. Sepatuku beradu dengan lant** batu yang dingin. Di sudut mataku, panel status pribadiku berkedip merah, seolah-olah memperingatkanku akan bahaya yang mendekat.
**[Warning: Active Scan Detected]**
**[Reno - Level: Error / HP: Infinite / Status: God-Tier Glitch]**
*Tenang, Reno. Kau adalah bagian dari kode ini. Kau penguasanya, bukan korbannya,* bisikku dalam hati.
Aku memejamkan mata sejenak, memfokuskan pikiranku pada aliran data yang mengalir di bawah kakiku. Aku membayangkan tanganku merogoh ke dalam barisan kode yang membentuk identitas 'Reno si Asisten Pandai Besi'. Aku menarik lapisan data paling dasarβdata yang membosankan, rendah, dan tidak berartiβlalu menyelimuti status asliku dengan lapisan palsu itu.
Laser merah itu menyapu tubuhku. Rasanya seperti ribuan jarum panas menusuk kulitku. Aku bisa merasakan sistem pusat mencoba menembus pertahanan yang baru saja kubuat. Di dalam benakku, aku melihat pertarungan antara algoritma pengejar dan perisai yang kupasang.
*Satu detik... dua detik...*
Dengung itu semakin keras. Keringat dingin mengalir di pelipisku. Capt**n Varus menyipitkan mata, tangannya mulai meraba gagang pedang. "Kenapa prosesmu lama sekali, Penduduk?"
"Maaf, Tuan. Mungkin karena debu dari bengkel besi tempatku bekerja," jawabku setenang mungkin, meski perutku terasa mual.
Tiba-tiba, suara denting yang familier terdengar.
**[Scanning... Target: NPC-992011-BlacksmithAssistant]**
**[Status: Low-Level Logic]**
**[Akses Diberikan]**
Cahaya merah berubah menjadi hijau. Penghalang transparan itu terbuka sejenak, memberiku celah untuk ma**k. Aku menundukkan kepala sedalam mungkin dan berjalan melewati Varus.
Begitu aku melewati ambang gerbang, aroma kota yang berbeda langsung menyerbu indra penciumanku. Wangi parfum mahal, asap dari tungku sihir, dan kebisingan para 'Player' yang tertawa sambil memamerkan senjata baru mereka. Ini adalah tempat di mana Elara berada. Tempat di mana adikku dipuja sebagai dewi, sementara aku hanyalah kutu yang bersembunyi di balik bayangan.
Aku berjalan menyusuri lorong sempit, menjauh dari jalan utama yang dipenuhi Player. Namun, langkahku terhenti ketika sebuah notifikasi muncul tepat di depan mataku. Bukan notifikasi sistem biasa, tapi sebuah pesan dengan bingkai emas yang hanya dimiliki oleh peringkat satu dunia.
**[Global Announcement: The Goddess of Light, Elara, has entered the Royal Palace of Aethelgard. Audience is now closed.]**
Aku menatap menara putih menjulang di pusat kota. Elara ada di sana. Begitu dekat, namun dipisahkan oleh jutaan baris kode dan takdir yang kejam.
Tiba-tiba, rasa dingin yang jauh lebih hebat dari angin malam menusuk tengkukku. Aku menoleh ke belakang, ke arah gerbang yang baru saja kulewati. Di sana, di atas menara pengawas, sesosok bayangan dengan jubah hitam menatap langsung ke arahku. Di atas kepalanya tidak ada nama, tidak ada level. Hanya ada simbol **[SYSTEM EXECUTOR]**.
Dia tidak tertipu. Pemindai tadi mungkin meloloskanku, tapi 'Penghapus' itu tahu aku ada di sini.
Tanganku mengepal di balik saku jubah. Aku harus bergerak cepat sebelum seluruh kota ini berubah menjadi penjara bagi dataku. Aku mulai berlari menembus kerumunan, namun sebuah suara mekanis yang berat menggema di seluruh distrik, membuat para Player berhenti dan para NPC jatuh berlutut.
"Anomali terdeteksi di Sektor 7. Memulai protokol penguncian wilayah."
Sial. Mereka tidak hanya mencarikuβmereka siap membakar seluruh kota ini hanya untuk memusnahkanku. Dan yang paling buruk, aku bisa melihat dari kejauhan, di balkon istana yang tinggi, seorang gadis berambut perak menoleh ke arah keributan itu. Elara.
Mata kami tidak bertemu, tapi sistem di dalam diriku bergetar hebat. Sebuah pilihan muncul di layar transparanku, menutupi pandanganku dengan warna darah yang pekat:
**[Target Locked: Elara (Player Rank 1)]**
**[Execute to stabilize your existence? Y/N]**
Lanjutkan Membaca Bab 8 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium π
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!