Bayu tidak menyangkal ketika saya menunjukkan log akses.
Ia duduk di studio dengan tangan terlipat. “Saya butuh angka untuk sponsor. Kanal ini hampir mati.”
“Kamu memakai suara orang tanpa izin.”
“Saya potong nama.”
“Suara adalah identitas.”
“Kalau kamu percaya itu, kenapa kamu menyimpan rekaman Alya setelah mengenalinya?”
Saya tidak bisa membela diri. Perbedaan niat tidak menghapus bahwa kami sama-sama mengambil keputusan tentang data yang bukan milik kami.
Bayu menjelaskan ia mengirim teaser anonim ke akun gosip, berharap orang hanya menebak-nebak. Damar yang menghubungi akun itu, mengirim foto Unit 17B, dan mengatakan suara tersebut milik tunangannya. Setelah unggahan pertama ramai, Bayu mengirim potongan kedua untuk mempertahankan perhatian.
“Kalau saya jatuh, semua identitas pengirim ikut jatuh,” ancamnya. “Arsip ada di cloud bersama.”
“Saya sudah mencabut aksesmu.”
“Backup lokal masih ada.”
Saya merekam pengakuan itu dengan persetujuan yang ia berikan tanpa membaca karena mengira dokumen di layar hanya berita acara biasa. Ironis dan salah. Saya menghentikan rekaman sebelum menggunakannya. Saya tidak boleh melawan pelanggaran etika dengan pelanggaran lain.
Sebaliknya, saya meminta Reza Malik dari forum media datang bersama dua saksi. Di depan mereka, Bayu mengulangi sebagian pengakuan dan menyerahkan perangkat penyimpanan setelah menerima jaminan proses kampus, bukan penghukuman massa.
Sore hari saya kembali ke Unit 17B. Kamar Alya terbuka. Lemari kosong separuh. Mug kuning tidak ada di rak.
Di meja terdapat kunci cadangan dan salinan kontrak rumah. Tidak ada surat.
Saya menelepon. Tidak dijawab.
Nisa mengirim pesan singkat: Alya di rumah ibunya. Jangan datang. Beri dia ruang.
Saya duduk di dapur kecil yang selama beberapa minggu terasa hidup oleh bunyi sendok, langkah kaki, dan komentar datar Alya tentang kebiasaan saya meninggalkan tutup botol. Sekarang hanya ada dengung kulkas.
Forum media mengirim jadwal sidang. Saya berpotensi mendapat skorsing kegiatan media dan penundaan kelulusan. Itu pantas diproses. Yang tidak pantas adalah Alya menanggung semua akibat karena kami gagal menjaga data.
Saya menulis pernyataan publik: Saya adalah host Ruang 00.17. Saya mengenali salah satu pengirim anonim dan tidak segera memberitahunya. Saya bertanggung jawab atas sistem penyimpanan yang memungkinkan kebocoran. Identitas para pengirim tidak boleh digunakan untuk membenarkan tindakan kami.
Saya tidak menyebut nama Alya.
Setelah pernyataan terunggah, Bayu mengirim satu pesan.
Kalau saya disanksi, backup lengkap akan keluar.
Di bawah pesan itu ada tangkapan layar folder berisi puluhan nama samaran—terma**k LANGITKECIL_27.
Lanjutkan Membaca Bab 14 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!