Aroma karat, kemenyan murah, dan amis darah yang mengering menyambut Juna saat ia melangkah menuruni tangga beton yang retak menuju Distrik 7—pusat pasar gelap para Hunter. Di sini, lampu-lampu neon yang berkedip redup memberikan cahaya remang pada lorong-lorong sempit yang dipenuhi oleh para pencari untung, penyelundup, dan mereka yang tidak ingin wajahnya dikenali oleh Asosiasi.
Juna mengeratkan kerah jaketnya, menutupi sebagian wajah. Di balik saku jaketnya, tersimpan tiga botol kaca kecil berisi cairan kental berwarna ungu gelap—ekstrak murni dari kelenjar racun *Shadow Stalker* yang ia proses tadi malam.
"Bukan sekadar racun," gumam Juna pelan, merasakan sensasi lapar yang mulai berdenyut di pangkal tenggorokannya. Setiap kali ia melihat produk monster, instingnya tidak lagi melihatnya sebagai senjata, melainkan bahan masakan. "Sedikit fermentasi dengan akar jahe hutan, dan ini akan menjadi bumbu dasar yang meningkatkan kecepatan saraf."
Ia berhenti di depan sebuah kios dengan papan nama kayu yang sudah lapuk: *Toko Antik Silas*. Tanpa mengetuk, Juna ma**k. Suara lonceng kecil berdenting, memecah kesunyian ruangan yang penuh dengan tumpukan artefak rusak dan botol-botol ramuan tanpa label.
Silas, seorang pria tua dengan satu mata mekanik yang terus berputar, mendongak dari balik meja kasirnya. "Kau kembali lebih cepat dari dugaanku, Koki. Apa kau membawakanku sampah lagi?"
Juna tidak menjawab dengan kata-kata. Ia meletakkan satu botol ungu itu di atas meja kayu yang bopeng. Cairan di dalamnya seolah bergerak sendiri, berpendar redup saat terkena cahaya lampu meja.
Mata mekanik Silas berdengit, melakukan pemindaian cepat. Pupil aslinya melebar. "Tingkat kemurnian 98%? Bagaimana bisa... Kau mengekstraknya menggunakan peralatan dapur?"
"Teknik yang tepat lebih penting daripada alat yang mahal," sahut Juna dingin. "Berapa kau mau bayar?"
Silas mengusap dagunya yang kasar, tampak ragu sekaligus sangat menginginkannya. "Tiga juta won per botol. Ini barang langka, tapi risikonya besar bagi penadah sepertiku untuk melepasnya ke pasar tanpa sertifikat."
"Lima juta," tawar Juna. "Atau aku akan membawanya ke pasar atas. Aku yakin para Assassin di sana tidak akan keberatan membayar lebih untuk racun yang bisa melumpuhkan seekor Ogre dalam hitungan detik."
Silas terkekeh, suara serak seperti gesekan amplas. "Kau punya nyali untuk seorang F-Rank, Juna. Baiklah, lima juta per botol. Tapi ingat, jika Asosiasi bertanya, kau tidak pernah mengenalku."
Saat Silas sedang menghitung tumpukan uang tunai di bawah meja, pintu toko tiba-tiba terbuka dengan kasar. Hawa dingin merangsek ma**k, membawa serta bau maskulin yang tajam dan aroma besi yang kuat.
Juna segera menyimpan tangannya di saku, otot-ototnya menegang. Melalui sudut matanya, ia melihat tiga pria berseragam taktis hitam dengan emblem serigala merah di bahu mereka. *Crimson Fang*. Salah satu guild menengah yang paling agresif dan haus kekuasaan.
Pria di depan, yang memiliki bekas luka memanjang di pipi kirinya, melangkah maju dengan langkah yang berat dan penuh tekanan. Ia adalah Kael, salah satu kapten regu Crimson Fang yang dikenal karena temperamennya yang buruk.
"Silas," suara Kael berat, mengabaikan keberadaan Juna sepenuhnya. "Aku mendengar ada ba****** yang menjual ekstrak monster berkualitas tinggi di wilayah ini. Sesuatu yang bahkan laboratorium guild kami kesulitan memproduksinya."
Silas tampak berkeringat, mata mekaniknya berputar liar. "Kael... kau tahu aku hanya menjual barang-barang antik kecil. Aku tidak tahu—"
Kael memukul meja dengan keras, membuat botol-botol di rak bergetar. "Jangan berbohong padaku! Informanku bilang ada seseorang yang membawa esensi *Shadow Stalker* ke sini."
Pandangan Kael beralih, tajam seperti pisau, langsung tertuju pada Juna. Ia menyipitkan mata, memindai pemuda di depannya dari atas ke bawah. "Kau. Aku mengenalimu. Si Koki sampah yang entah bagaimana bisa selamat dari Dungeon E-Rank minggu lalu."
Juna tetap diam, mencoba mengatur napasnya agar tetap stabil. Di dalam kepalanya, sistem memberikan peringatan: *[Peringatan: Tekanan Aura dari Hunter C-Rank terdeteksi. Disarankan untuk menghindar.]*
"Seorang 'Survival Cook' sepertimu seharusnya hanya bisa mengupas bawang dan merebus air," Kael melangkah mendekat, memperpendek jarak hingga Juna bisa mencium bau tembakau dari napasnya. "Tapi auramu... ada yang salah. Bau tubuhmu seperti monster yang baru saja memangsa kawanannya sendiri."
Kael menjangkau kerah jaket Juna, namun dengan gerakan yang terukur, Juna bergeser selangkah ke samping. Gerakan itu kecil, namun sangat efisien—sebuah gerakan refleks yang lahir dari berhari-hari bertarung hidup dan mati di hutan dungeon.
Mata Kael berkilat amarah karena gerakannya dihindari. "Berani-beraninya kau..."
"Aku hanya seorang Hunter bebas yang mencoba menyambung hidup, Kapten Kael," ujar Juna dengan nada datar yang terkendali. "Jika kau punya urusan dengan Silas, silakan. Aku sudah selesai di sini."
Juna mencoba berjalan melewati Kael, namun salah satu anak buah Kael menghalangi jalan keluar dengan tangan menyilang di dada.
"Kau tidak akan pergi ke mana-mana sampai kau menjelaskan bagaimana koki sampah sepertimu bisa memiliki bau 'Esensi Evolusi' di tanganmu," Kael mencengkeram bahu Juna, kali ini lebih cepat dan kuat. Jari-jarinya menekan tulang selangka Juna hingga terdengar bunyi gemeretak halus.
Juna merasakan lonjakan rasa sakit, namun di saat yang sama, rasa lapar yang mengerikan itu kembali bangkit dari dasar perutnya. Matanya sesaat berkilat kuning redup. Ia menatap tangan Kael yang mencengkeramnya, bukan dengan rasa takut, melainkan dengan cara seorang predator menilai potongan daging.
*Bahu pria ini... jika dipanggang dengan api kecil dan dilumuri lemak b*** liar, mungkin akan empuk,* pikir Juna. Sebuah pemikiran yang membuatnya sendiri merasa ngeri.
"Katakan padaku, Juna," bisik Kael tepat di telinganya. "Apa yang kau makan di dalam dungeon itu? Kenapa levelmu tidak naik, tapi kekuatanmu terasa... tidak wajar?"
Suasana di dalam toko Silas menjadi sangat berat. Udara seolah membeku. Juna tahu, jika ia menggunakan kekuatannya di sini, identitasnya sebagai "Monster Chef" akan terungkap, dan ia akan diburu bukan sebagai Hunter, melainkan sebagai anomali yang harus dimusnahkan.
Namun, genggaman Kael semakin erat, dan rasa lapar Juna mulai mengalahkan akal sehatnya. Tangannya perlahan merayap ke arah pisau tulang yang tersembunyi di balik pinggangnya.
"Kau benar-benar ingin tahu apa yang aku makan?" Juna mendesis, suaranya terdengar bukan seperti manusia, melainkan geraman rendah.
Tepat saat ketegangan memuncak, sebuah suara dingin dari arah pintu menginterupsi.
"Lepaskan dia, Kael. Kau membuang-buang waktu dengan mangsa yang salah."
Seorang wanita dengan rambut perak panjang dan jubah putih berdiri di ambang pintu. Dia adalah sosok yang membuat anggota Crimson Fang sekalipun menahan napas—sang 'Ice Witch' dari Guild pusat.
Kael melepaskan cengkeramannya dengan kasar, mendengus kesal. "Ini belum selesai, Koki. Aku akan mengawasimu. Sekali saja kau menunjukkan taringmu, aku akan membedahmu di laboratorium."
Crimson Fang pun pergi, mengikuti instruksi wanita berambut perak tersebut. Juna berdiri terpaku, memegangi bahunya yang memar. Ia menatap punggung Kael yang menjauh, namun matanya kemudian tertuju pada wanita berambut perak yang masih berdiri di sana, menatapnya dengan tatapan penuh selidik yang jauh lebih berbahaya daripada ancaman Kael.
Wanita itu tidak bicara. Ia hanya memberikan senyum tipis yang penuh arti sebelum berbalik pergi.
Juna mengepalkan tangannya. Rahasianya bukan lagi sekadar rumor. Ia telah menarik perhatian pemangsa yang lebih besar. Dan yang lebih buruk lagi, perutnya kini berbunyi nyaring, menuntut kompensasi atas stres yang baru saja ia alami. Ia butuh sesuatu yang lebih kuat dari sekadar esensi *Shadow Stalker*. Ia butuh jantung dari sesuatu yang benar-benar kuat.
Ia harus segera berburu lagi, atau rasa lapar ini akan benar-benar mengubahnya menjadi monster yang mereka takutkan.
Lanjutkan Membaca Bab 9 Secara Gratis!
Masuk atau daftar gratis sekarang untuk melanjutkan membaca cerita ini secara GRATIS dan menyimpan riwayat bacaan Anda secara otomatis di seluruh perangkat.
Memverifikasi lisensi bab premium Anda...
Bab ini Premium 🔒
Anda perlu membuka bab ini menggunakan koin atau bergabung dengan keanggotaan VIP untuk mendapatkan akses penuh.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!