Folder Rahasia Bernama Tugas Kuliah

Bab 1: Bab 1: Folder Bernama Tugas Kuliah

Pengaturan Membaca

Aku selalu menamai file berdasarkan fungsi. Slide_Final, Referensi_Visual, dan Data_Survei adalah tiga hal paling pribadi yang biasanya ada di laptopku. Karena itu, folder bernama TUGAS_KULIAH_SEM2 seharusnya tidak menarik perhatian siapa pun.

Malam itu aku duduk di lant** kamar kos, dikelilingi cetakan materi presentasi yang belum selesai. Sasa sudah tidur sambil memeluk bantal, sementara laptopku memutar ulang dokumentasi pelatihan presentasi lintas kelas. Tugasku hanya memilih gambar untuk halaman pembuka.

Lalu Elang Wiratama muncul di layar.

Ia berdiri di samping podium dengan kemeja biru dan lengan digulung, sedang membetulkan kabel mikrofon seorang peserta. Bukan foto istimewa. Foto itu berasal dari album resmi komunitas. Semua orang dapat mengunduhnya.

Aku seharusnya memindahkannya ke folder referensi lalu melanjutkan bekerja. Sebaliknya, aku memperbesar foto itu.

Elang dikenal tenang, sulit didekati, dan selalu punya jawaban singkat yang membuat orang berhenti bertanya. Tiga bulan lalu, saat orientasi, ia satu-satunya senior yang tidak menertawakan tanganku yang gemetar ketika aku memegang mikrofon. Ia hanya berdiri di sisi panggung dan berkata, β€œTarik napas. Lihat satu orang, bukan seluruh ruangan.”

Sejak itu aku terlalu sering memperhatikannya.

Aku menemukan satu foto lain dari unggahan resmi. Lalu dua. Ada foto Elang tersenyum tipis ketika Rio menjatuhkan kotak kabel, foto saat ia memegang gelas kopi, dan foto ketika ia menatap layar proyektor dengan alis berkerut.

Semuanya publik. Tetap saja, ketika kukumpulkan dalam satu tempat, rasanya seperti aku telah membuat ruang yang terlalu pribadi.

Aku membuka folder baru. Nama pertama yang terpikir adalah ELANG. Terlalu jelas. FOTO. Terlalu mencurigakan. Akhirnya aku mengetik TUGAS_KULIAH_SEM2.

Aku memindahkan tujuh foto ke sana.

Jantungku berdebar bukan karena melakukan sesuatu yang ilegal, melainkan karena untuk pertama kalinya aku mengakui perasaan yang selama ini kututupi dengan kesibukan. Di dokumen kecil bernama Catatan_Referensi, aku menulis satu kalimat: Aku menyukai cara dia membuat ruangan terasa lebih tenang.

Aku segera menutupnya, malu pada diriku sendiri.

Pukul menunjukkan 00.21 ketika notifikasi ma**k dari grup presentasi. Elang baru bergabung sebagai mentor sukarela kelompok kami.

Pesan pertamanya singkat.

Besok bawa file asli. Kita perbaiki alurnya bersama.

Aku menatap nama pengirim itu, lalu folder yang baru kubuat.

Untuk pertama kalinya, nama paling membosankan di laptopku menyimpan satu-satunya hal yang tidak bisa kuanggap biasa.

Apresiasi Penulis

Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!

Komentar Pembaca