Setelah bus nomor 23 berubah dari kecelakaan dengan dua korban menjadi kecelakaan tanpa korban jiwa, arsip di depanku menyusun ulang dirinya sendiri. Aku melihat angka-angka berpindah tanpa suara. Perubahan kecil, tetapi c**up untuk memastikan satu hal: masa lalu bisa disentuh.
Aku memutuskan memberi Aluna bukti yang lebih besar. Screenshot berita kematiannya adalah pilihan paling kejam dan paling jujur. Aku mengaburkan bagian tertentu, lalu berhenti. Kalau aku menyembunyikan terlalu banyak, dia tidak akan percaya. Kalau kuberikan semuanya, aku mungkin menghancurkan hidupnya sembilan bulan sebelum tanggal yang tercatat.
23.36 Arka: Aku akan kirim sesuatu. Jangan buka kalau kamu sedang sendirian.
23.37 Aluna: Aku selalu sendiri kalau lagi ngeyel. Kirim.
23.39 Arka: 17 Maret 2027. Itu tanggal yang tertulis.
Dr. Sena menemukan aku di ruang audit setelah tengah malam. Ia mengatakan node itu harus diisolasi. Aku menjawab bahwa kami belum tahu siapa yang ada di sisi lain. Ia memandangku seperti seseorang yang baru saja menyentuh kabel terbuka dengan tangan basah.
Ketika koneksi dibuka, aku mengirim screenshot. Foto Aluna sendiri terlihat di berita, di bawah judul insiden laboratorium. Aku tidak bisa melihat wajahnya saat menerima pesan itu, tetapi jeda mengetik yang panjang terasa lebih berat daripada teriakan.
Sebelum waktu habis, aku menulis tanggalnya: 17 Maret 2027. Di layar audit, baris metadata bergerak lagi. Penyebab kematian tetap. Tanggal tetap. Dan entah kenapa, untuk pertama kalinya aku merasa sedang berbicara dengan orang mati yang belum sempat mati.
Apresiasi Penulis
Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!