Pacarku Tinggal di Tahun 2036

Bab 5: Bab 5: Bukti Dulu

Pengaturan Membaca

Aku tidak tidur setelah melihat berita kematianku sendiri. Pagi harinya, aku mencetak screenshot itu, memeriksa font, metadata kompresi, bayangan, bahkan kemungkinan hasil edit AI. Tidak ada yang ma**k akal. Semuanya juga terasa terlalu ma**k akal.

Aku menguji Arka dengan pertanyaan yang lebih kecil. Bukan perang, bukan nomor lotre. Aku meminta sesuatu yang bisa diverifikasi tanpa mengubah dunia: hasil rapat fakultas, hujan yang datang lebih awal, dan pesan dari dosen yang belum kukenal. Dua dari tiga tepat. Yang ketiga berubah tiga menit sebelum terjadi.

23.38 Aluna: Kalau kamu tahu masa depan, bilang apa yang terjadi besok pukul 14.00.

23.38 Arka: Kamu akan kehilangan flashdisk lalu menemukannya di saku jaket sendiri.

23.39 Aluna: Itu penghinaan, bukan prediksi.

23.39 Arka: Keduanya bisa benar.

Malam kelima, kami membuat aturan. Aku memanggilnya protokol karena kata ritual terdengar terlalu menyeramkan. Ia wajib membedakan fakta arsip dan dugaan. Aku wajib memberi tahu jika akan mengubah kejadian besar. Tidak ada instruksi yang kuturuti tanpa alasan. Tidak ada kebohongan.

Arka setuju terlalu cepat pada aturan terakhir. Aku menyimpan itu sebagai catatan mental.

Ketika koneksi mati, aku memandangi nama kontak yang masih berupa angka. Lalu aku menggantinya menjadi 2036. Hanya itu. Bukan Arka. Belum. Tapi malam itu aku menunggu 23.36 seperti menunggu seseorang mengetuk pintu yang mustahil ada.

Apresiasi Penulis

Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!

Komentar Pembaca