Suamiku Hanya untuk Satu Tahun

Bab 1: BAB 1: Tanggal Perceraian

Pengaturan Membaca

Aku terbiasa membaca kontrak dari bagian yang paling berbahaya.

Bukan nilai kerja sama. Bukan durasi proyek. Bukan tanda tangan direksi.

Klausul penghentian.

Karena itu, ketika Reyhan Mahendra meletakkan dokumen dua puluh tiga halaman di meja rapat Ruang Narasi, mataku langsung mencari bagaimana kesepakatan ini akan berakhir.

Aku menemukannya pada halaman terakhir.

Klausul 13. Para pihak sepakat mengajukan perceraian bersama pada hari ke-365 sejak tanggal pencatatan pernikahan.

Aku mengangkat kepala.

“Ini lelucon orang kaya?”

Reyhan duduk di seberangku dengan kemeja gelap dan ekspresi yang terlalu tenang untuk pria yang baru saja melamarku menggunakan font Times New Roman ukuran sebelas.

“Bukan lamaran.”

“Bagus. Karena aku akan menolak.”

“Ini proposal mitigasi reputasi.”

Aku tertawa. Salma, COO firmaku, tidak. Ia berdiri dekat whiteboard dengan wajah yang sudah menghitung berapa bulan lagi kami sanggup membayar gaji.

Ruang Narasi sedang menunggu pembayaran klien besar yang ditahan akibat gugatan. Dua klien lain menunda kontrak. Aku punya firma, delapan orang staf, dan saldo yang semakin rajin mengingatkanku bahwa idealisme tetap membutuhkan transfer bank.

Reyhan punya masalah berbeda. Mahendra Living Group mema**ki succession review. Foto kami di gala minggu lalu membuat publik mengira aku tunangannya. Investor mendadak menyukai citra CEO stabil yang akan “membangun keluarga”. Board, dengan logika yang hanya ma**k akal bagi orang yang memakai kata sinergi terlalu sering, ingin narasi itu dipertahankan satu tahun.

“Satu tahun,” kata Reyhan.

“Tidak lebih?”

“Tidak lebih.”

Aku kembali melihat halaman terakhir.

Tanggal perceraian sudah diketik.

Bukan ruang kosong. Bukan perkiraan.

Tanggal.

“Pada hari pernikahan kita,” kataku, “kamu berencana memberiku cincin dan tanggal perceraian?”

“Aku ingin semua risiko terlihat sejak awal.”

“Itu kalimat paling Reyhan yang pernah kudengar.”

Ia tidak tersinggung.

Aku menutup kontrak.

“365 hari. Setelah itu selesai?”

“Ya.”

Aku seharusnya menyuruhnya pergi.

Sebaliknya, aku mengambil marker hitam dan membuka halaman pertama.

“Kontrakmu buruk,” kataku. “Aku akan revisi.”

Apresiasi Penulis

Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!

Komentar Pembaca