Suamiku Hanya untuk Satu Tahun

Bab 4: Bab 4: Pernikahan yang Tidak Romantis

Pengaturan Membaca

Pernikahan kami berlangsung hari Senin pukul sepuluh pagi.

Aku memakai setelan putih sederhana. Reyhan memakai jas navy. Tidak ada bunga berlebihan, tidak ada aisle, tidak ada lagu yang membuat orang menangis sebelum waktunya.

Yang ada: Reza, Salma, Ratih—ibu Reyhan—dan dua staf legal.

Pernikahan legal. Tercatat. Nyata.

Itulah bagian paling aneh.

Ketika cincin platinum melingkar di jariku, kamera resmi perusahaan mengambil tiga foto. Reyhan menyentuh tanganku hanya setelah mataku bertemu dengannya.

“Boleh?” bisiknya.

Aku mengangguk.

Ia menggenggam.

Sederhana. Hangat. Terlalu manusiawi untuk sesuatu yang dirancang sebagai strategi reputasi.

Setelah penandatanganan, Ratih memelukku.

“Selamat datang,” katanya.

Rasa bersalah menusuk lebih cepat dari perkiraanku.

Ia tidak tahu kontraknya.

Reyhan melihat wajahku dan segera berkata kepada ibunya bahwa kami harus menuju konferensi singkat. Ia tidak menjelaskan untukku. Hanya memberi ruang.

Di mobil, ia menyerahkan kotak hitam tipis.

“Apa lagi?”

“Kalender.”

Aku membuka.

Kalender meja hitam, minimalis. Satu tanggal dilingkari dengan tinta abu-abu.

Hari ke-365.

Tanggal perceraian.

Aku tertawa tanpa humor. “Suamiku memberiku cincin dan countdown.”

“Aku pikir transparansi—”

“Berhenti. Aku tahu kenapa.”

Aku menaruh kalender di pangkuan.

Media menunggu di kantor MLG. Kami keluar dari mobil bersama. Reyhan menawarkan tangannya.

Aku menggenggam.

Lampu kamera menyala.

“Lihat dia,” bisik Mira dari sisi media line. “Bukan kamera.”

Aku menoleh pada Reyhan.

Wajahnya tetap tenang, tetapi ibu jarinya bergerak sekali di punggung tanganku.

Satu gerakan kecil.

Foto pernikahan kami menyebar dalam satu jam.

Malamnya, aku menaruh kalender hitam di dapur rumah yang belum kutempati.

Kotak pertama kutandai.

Hari ke-1.

Tiga ratus enam puluh empat hari lagi sampai kami menjadi dua orang asing dengan sejarah yang sangat terdokumentasi.

Apresiasi Penulis

Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!

Komentar Pembaca