Tetangga Sebelah Terlalu Menggoda

Bab 1: Bab 1: Dinding Terlalu Tipis

Pengaturan Membaca

Aku pindah ke Vertika 18 untuk mencari tenang.

Kalimat itu terdengar sangat ma**k akal sampai pukul 00.41, ketika suara seorang pria menembus dinding kamar tidurku.

Bukan teriakan. Bukan musik. Justru suara rendah, pelan, dan terlalu enak didengar untuk bisa kubenci secara sederhana.

β€œKadang yang kita butuhkan bukan jawaban. Cuma ruang aman untuk mengakui bahwa kita capek.”

Tanganku berhenti di atas keyboard.

Kalimat itu familiar.

Aku mengetuk dinding tiga kali.

Suara berhenti.

Lima detik kemudian terdengar dua ketukan balik.

Aku membuka aplikasi pengelola apartemen dan mengisi formulir komplain pertama. Unit 1809. Kebisingan setelah tengah malam.

Aku hampir menekan kirim ketika suara itu muncul lagi, kali ini lebih jauh.

β€œKalau malam ini kamu belum bisa tidur, tidak apa-apa. Kita tidak harus memperbaiki semuanya sebelum pagi.”

Aku membeku.

Aku pernah mendengar kalimat serupa dari acara audio anonim yang menemaniku berbulan-bulan: Setelah Tengah Malam. Host-nya hanya dikenal sebagai B.

Kebetulan, pikirku.

Aku membuka PulseRoom.

Status acara: LIVE.

Dari dinding, suara pria itu terus mengalir.

Dari headphone-ku, suara B berkata kalimat yang sama sepersekian detik lebih lambat.

Aku menatap dinding.

Form komplain masih terbuka.

Aku menekan simpan draft, bukan kirim.

Mungkin tetangga sebelah terlalu berisik.

Atau mungkin suaranya baru saja membuka pintu ke sesuatu yang tidak ingin kukenal.

Apresiasi Penulis

Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!

Komentar Pembaca