Tetangga Sebelah Terlalu Menggoda

Bab 5: Bab 5: Aturan Dinding

Pengaturan Membaca

Aku tahu Tara mencurigai sesuatu.

Aku tidak tahu apa.

Ia mulai memperhatikan suaraku seperti editor mendengar noise kecil di track bersih. Terlalu fokus.

Kami menambah aturan pada sticky note balkon.

NO WORK QUESTIONS AFTER 00.30.

NO RECORDING.

KETUK SEKALI KALAU SUARA BOCOR.

Tara membaca aturan terakhir.

“Kalau aku ketuk dua kali?”

“Berarti kamu kesepian.”

“Percaya diri.”

“Statistik.”

Ia mendelik.

Malam itu aku memindahkan mic tiga puluh sentimeter. Tidak banyak, tetapi frekuensi rendah berkurang.

Aku mulai merekam pukul 23.10.

Di folder listener, pesan dari T. ma**k.

T.: Tetanggaku suaranya terlalu bagus untuk dibenci. Itu menyebalkan.

Aku tertawa kecil di depan mic lalu mematikan channel sebelum suara itu ma**k rekaman.

Maya melihat waveform.

“Kamu senyum.”

“Tidak.”

“Kita kerja audio, Bara. Saya bisa lihat napas orang berubah dari waveform.”

Aku mengabaikan.

Setelah siaran, pukul 00.24, lampu 1808 masih menyala.

Aku membuat kopi. Menunggu.

Lampu itu baru mati pukul 01.03.

Aku baru sadar aku memperhatikannya saat layar laptop menampilkan jam.

Anonimitas mengajariku banyak hal tentang jarak. Tentang bagaimana didengar tanpa dilihat terasa aman.

Tara membuat jarak itu berantakan hanya dengan tinggal di balik dinding.

Aku tidak tahu ia adalah T.

Aku hanya tahu dua perempuan—tetangga 1808 dan listener anonim—mulai menempati bagian pikiranku yang sama.

Dan itu seharusnya tidak mungkin.

Apresiasi Penulis

Suka dengan bab ini? Berikan hadiah untuk mendukung karya penulis favoritmu!

Komentar Pembaca